Sudut Medhureh

Merasa Kleroh, Mattuah Cabut Laporan Polisi

MARON – Kematian Jumatri, seorang perempuan asal Desa Maron Kidul, Kecamantan Maron, Kabupaten Probolinggo, dinilai tidak wajar oleh ayahnya, Sito (55). Ia menduga putrinya meninggal dunia karena tak kuat saat berhubungan badan dengan Basar, suami dari Jumatri.

Sito mendengar omongan orang bahwa Basar, (maaf) memiliki kemaluan kelewat besar. Oleh karenanya, Sito melaporkan Basar ke Polsek Maron, Rabu (20/3) lalu. Namun laporan itu akhirnya dicabut. Yakni setelah Sito dipertemukan dengan Basar. Dalam pertemuan itu, Sito akhirnya mengetahui bahwa ukuran (maaf) kemaluan tidak sebesar omongan yang ia terima.

Melalui Koran Pantura, Sito menyampaikan permohonan maaf karena menyebar kabar yang tidak benar dan membuat gaduh banyak orang.

Kuleh nyo’onnah maaf sraje-rajenah, sebuh maaf deri bhedhen kuleh. Angghep sobung bi’ kuleh pon. Aman (Saya minta maaf sebesar-besarnya, seribu maaf dari saya. Saya anggap perkara ini tidak ada. Aman, red),” terang Sito, kemarin.

Sito menyesal karena terlalu mudah menerima omongan orang. Sebab, apa yang didengarnya ternyata tidak terbukti.

Reng-oreng benynyak ngoca’ pekakassah mantoh kuleh nekah rajeh. Ternyata kuleh ngabes dhibhi, biasa okornah. Deddhinah kuleh cabut perkaranah (Banyak orang bilang kelamin menantu saya besar. Ternyata saya lihat sendiri, biasa ukurannya. Jadi, saya cabut perkara itu, red),” ungkapnya.

Selanjutnya, Sito menyatakan tidak akan mudah dipengaruhi omongan orang lagi. Sebab kini ia lebih percaya kepada menantunya.

Kuleh tak kerah pertajeh bhentanah tetanggheh pole pon. Omongnah oreng tak masok ke kuleh pon. Oreng ka’ruah tokang ghebei omong. Tak pertajeh kuleh pon (Saya tak akan percaya omongan tetangga lagi. Omongan orang tak akan saya dengarkan lagi. Mereka itu tukang buat omongan. Saya nggak percaya lagi, red),” tegasnya.

Kanit Reskrim Polsek Maron Aipda Dadang Priyanto mengatakan, Sito telah meminta maaf kepada menantunya dan kepada netizen. Sebab menurutnya, laporan Sito ke Polisi itu menjadi viral dan menghebohkan netizen. “Jadi Sito sudah meminta maaf dan mencabut laporannya,” jelasnya.

Laporan resmi itu telah dicabut oleh Sito pada Selasa (26/3) siang. Pihak Polsek mempertemukan kedua belah pihak sehari sebelumnya. “Dalam pertemuan itu, kami meminta Basar untuk memperlihatkan kemaluannya pada Sito,” ungkapnya.

Aipda Dadang mengungkapkan, kelamin Basar berukuran normal. Sito pun menyadari bahwa kematian putrinya tidak disebabkan dari kelamin suaminya. “Hasil penyelidikan kami, Jumatri mempunyai riwayat epilepsi dalam 7 tahun terakhir. Kedua belah pihak menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan,” ungkapnya, kemarin. (yek/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan