Sudut Medhureh

Arghe Dheging Ongghe On-laon

PAITON – Harga daging ayam di pasaran Kabupaten Probolinggo beranjak naik. Kenaikan harga itu terjadi sejak awal Rajab 1440 hijriah. Harganya diprediksi akan terus merangkak naik hingga hari raya Idul Fitri pada Juni mendatang.

Faruq (23), salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Paiton mengatakan, kenaikan harga daging ayam disebabkan dari tingkat permintaan yang mulai banyak. Padahal di sisi lain, stoknya semakin menipis. “Benynyak oreng semelleh. Deddhina arghenah jen larang (Banyak orang yang membeli. Sehingga harganya semakin mahal, red),” katanya, Minggu (17/3).

Sebelumnya kata Faruq, harga daging ayam berkisar Rp 25 ribu sampai Rp 28 ribu per kilogram. Namun harganya naik di kisaran Rp 30 ribu sampai Rp 32 ribu per kilogram. Namun ada beberapa pedagang lain yang menjual lebih tinggi dari harga tersebut.

Tengkanah tak pateh larang ongghena. Keng jen semma’ bulen pasah, arghena jen ongge. Mon stiah onggenah paleng lah 2 ebuh sampe’ 4 ebuh per kilo (Tak terlalu banyak kenaikannya. Tapi semakin dekat bulan puasa, harga semakin mahal. Saat ini harganya naik Rp 2 ribu sampai Rp 4 ribu per kilogram, red),” kata warga Desa Sukodadi, Kecamatan Paiton ini.

Hal senada juga disampaikan Sunarsih (45), pedagang lain di Pasar Paiton. Ia memprediksi harga daging ayam akan terus mengalami kenaikan hingga menjelang bulan puasa. Bahkan menurutnya, kenaikan harga jelang Idul Fitri akan cukup drastis. Sebab, di masa-masa itu, kebutuhan konsumen semakin banyak.

Arghe ongghe tabenah toron, tak kerah nambe ke ollenah jhuelen. Ye paleng dheghengannah jen benyak se pajuh (Harga naik maupun tidak, tak akan berpengaruh banyak pada penghasilan kami. Ya hanya dagangannya banyak yang laku, red),” ujar ibu dari 3 anak ini. (yek/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan