Sudut Medhureh

Jhelen Rosak, Warga Aserroan


PAKUNIRAN – Kondisi jalan penghubung Kecamatan Besuk dengan Kecamatan Pakuniran dikeluhkan para pengguna jalan. Pasalnya, jalan yang selesai dibangun pada tahun 2017 dengan konsep rigid beton itu, kondisinya sudah memprihatinkan. Kondisi jalan tersebut itu dinilai bisa membahayakan para pengguna jalan.

Dari informasi yang diterima, ada 3 titik jalan yang kondisinya memprihatinkan. Titik pertama berada di depan Puskesmas Desa Glagah dengan panjang kerusakan sekiar 50 meter. Sementara titik kedua dan ketiga berada di sebelah timur titik pertama.

Jhelen beton jieh la benynyak se rosak. Abeng-lobeng. Riah aperrean ka se nompa’ sepeda pancat bi’ sepeda motor. Jhe’ lobengngah benynyak se delem (Jalan beton itu banyak yang rusak dan berlubang. Ini bisa membahayakan pengendara sepeda pancal dan sepeda motor. Lubangnya banyak yang dalam, red),” ungkap Moh. Ubaydillah warga sekitar lokasi, Senin (11/3).

Menurutnya, pengendara tak bisa melihat kondisi jalan rusak dan berlubang itu ketika hujan deras. Sehingga warga setempat menutupi lubang dengan tanah dan bebatuan. Tujuannya agar pengendara tidak terperosok dan terjatuh karena ban motornya menimpa lubang.

Jiah bhuruh ebangun la rosak. Paleng kualitas bettonnah se tak mapan. Mangkanah sekejje’ rosak (Itu baru dibangun sudah rusak. Mungkin kualitas betonnya yang tidak bagus. Makanya cepat rusak, red),” kata Ubaydillah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Probolinggo Prijono mengatakan, jalan rigid beton penyambung 2 kecamatan itu dibangun pada 2017 lalu. Menurutnya, kerusakan kemungkinan terjadi karena kondisi LHR (Lalu Lintas Harian Rata-Rata) yang tinggi. Kendaraan bertonase berat yang melintas juga menimbulkan kerusakan di beberapa lokasi.

“Kami akan memperbaikinya. Tahun ini juga ada program pelapisan hotmix di ruas jalan itu,” kata Prijono. (yek/eem)


Bagikan Artikel