Sudut Medhureh

Baliho Caleg Eprosak Oreng


PAKUNIRAN – Sebuah APK (Alat Peraga Kampanye) berwujud baliho milik salah seorang calon legislatif (caleg) yang dipasang di Desa Gunggungan Lor, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, diduga dirusak oleh orang tak dikenal. Pada Kamis (7/3) dini hari, APK tersebut sudah dalam kondisi rusak. APK itu dipasang bukan di lokasi yang dilarang.

Pada APK itu terdapat foto Rizky Ridho Ilahi, caleg asal Desa Bago Kecamatan Besuk, serta Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Probolinggo Suhud. Bagian APK yang dirusak adalah bagian foto Rizki Ridho Ilahi.

Saat dikonfirmasi, Rizki Ridho Ilahi mengaku tidak tahu siapa yang merusak APK bergambar dirinya itu. Ia menduga kerusakan itu bukan karena faktor alam. Melainkan kesengajaan yang dilakukan oleh seseorang.

Jiah benne kenneng angen betabeh ojen. Keng lah bedeh oreng se sengaja mrosak. Mon kenneng ojen, tak kerah rosak enga’ jiah (Itu bukan faktor hujan dan angin. Tapi memang ada orang yang sengaja merobeknya. Kalau faktor hujan tidak akan rusak seperti itu, red),” ujarnya, kemarin.

Jika mengetahui siapa orang yang merusak baliho miliknya, Rizki menyatakan akan melapor ke Bawaslu Kabupaten Probolinggo.

Elaporaginah keng tak endik sakseh se teppa’. Sakengnga bedeh se saksenah, ben etommoh se ngerosak, elaporragi bi’ engko’ lah (Mau dilaporkan, tak ada saksi dan belum diketahui siapa yang merusak. Andai ketemu, sudah saya laporkan, red),” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Probolinggo Fathul Qorib mengatakan, merusak APK merupakan salah satu pelanggaran pemilu. Ketentuan tersebut diatur dalam UU 7/2017 tentang Pemilu pasal 280 poin g. Juga pasal 521 yang menyatakan bahwa setiap pelaksana, peserta, dan/atau tim kampanye yang melanggar larangan pada pasal 280, dipidana dengan kurungan penjaran paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp 24 juta.

“Kepada semua masyarakat, pengrusakan APK adalah perbuatan jahat. Jangan melakukan perbuatan tersebut karena sangat merugikan orang lain. Apalagi, hal itu bisa menjadi pemicu pertikaian antar sesama warga Probolinggo,” imbau Qorib. (yek/eem)


Bagikan Artikel