Istiqomah Mencerdaskan

Tercepat dan Terpercaya

Sudut Medhureh

Dukaleh Edhina Mate bi’ Lakenah

Bayi ini diklaim ditemukan di pinggir hutan mahoni Desa Betek Taman oleh Suwaida pada Senin, 18 Februari lalu. (Dokumen/Koran Pantura)

KRAKRSAAN – Suwaida (39), warga Desa Betek Taman, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, yang diduga membuat cerita palsu seputar bayi buangan, punya kisah kelam. Di masa lalunya, ia telah 2 kali menikah. Semua suaminya ternyata meninggal dunia.

Kepala Desa Betek Taman Mahfud mengatakan, sejak fenomena bayi buangan itu, ia kerap menemani Suwaida saat menjalani proses penyelidikan oleh Kepolisian. Baru pada saat-saat itulah Mahfud mengetahui masa lalu Suwaida tersebut.

Suwaida jieh laer neng dinna’, neng Dusun Tomangan. Terros alakeh bi’ reng Plaosan Krucil. Tak abit mare alakeh, lakenah mate. Mole pole denna’ akompol bi’ reng tuanah (Suwaida itu lahir disini, di Dusun Tomangan. Lalu menikah dengan orang Plaosan Krucil. Tak lama setelah menikah, suaminya meninggal. Dia pulang ke sini lagi, kumpul bersama orang tua, red),” terang Mahfud.

Setelah ditinggal mati suami pertama, Suwaida menikah lagi dengan seorang warga Desa/Kecamatan Banyuanyar. Setelah menikah, Suwaida tinggal bersama suami keduanya di Banyuanyar. “Abit neng Banyuanyar. Suwaida sampe’ aghebei identitas warga dissah (Lama tinggal di Banyuanyar. Suwaida sampai membuat kartu identitas warga desa sana, red),” ungkap Mahfud.

Kejadian serupa kembali terulang. Suwaida ditinggal mati oleh suami keduanya. Beberapa waktu setelah itu, Suwaida kemudian ditinggal mati kedua orang tuanya.

Marenah edhinah mateh lakenah, pas edhinah mateh bapak ben ibu’en. Tak abit selisinah antara lakenah bi’ reng tuanah (Setelah ditinggal mati suaminya, lalu ditinggal mati bapak ibunya. Nggak lama rentang waktu antara meninggalnya suami dan orang tuanya itu, red),” paparnya.

Kemudian, Suwaida kembali ke rumah orang tuanya di Dusun Tomangan. Ia kembali menjanda setelah ditinggal suami keduanya. Namun tak disangka, Suwaida menjalin hubungan gelap dengan seseorang. “Kabin gellap jieh, bede semekabin ternyata (Rupanya menjalin hubungan gelap. Ternyata ada yang menikahkan, red),” ungkap Mahfud. (yek/eem)

Tinggalkan Balasan