Sudut Medhureh

Esoro Ngalleh, Pancet Pengkoh

KRAKSAAN – Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) tetap saja berjualan di tepi jalan di jalur protokol Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Padahal Pemkab setempat sudah melayangkan surat meminta PKL untuk pindah lokasi. Namun mereka bergeming dan tetap berjualan di tepi jalan raya.

Dari pantauan Koran Pantura, PKL yang tak mengindahkan surat dari Pemkab rata-rata berjualan buah. Ada juga yang berjualan barang lain. Mereka berjualan di sisi utara maupun selatan jalan dari Diva Swalayan hingga simpang tiga Kebonagung. Kebanyakan dari mereka menggunakan kendaraan dengan bak terbuka.

Para PKL tersebut tidak hanya berasal dari Kabupaten Probolinggo. Sebut saja Mistar (45), PKL asal Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo. Mistar sudah cukup lama berjualan buah di wilayah Kraksaan. Buah yang dijualnya adalah hasilnya berkebun sendiri. Sebagian didapat dari kulakan kepada orang lain. Menurutnya, penghasilannya dari berjualan di tepi jalan itu cukup banyak.

Pendhenan ollenah. Kadheng seareh olle satos ebuh berseh. Kadheng ye lebbi. Apa ca’en rejekkeh kiah (Lumayan hasilnya. Kadang sehari bisa dapat pendapatan bersih seratus ribu rupiah. Kadang juga lebih dari itu. Tergantung rezeki, red),” kata bapak dari 2 anak ini, Senin (25/2).

Mistar mengaku sudah mengetahui aturan larangan berjualan di bahu jalan. Tapi Mistar tak berniat untuk pindah tempat.

Iyeh engkok ngeding kiah. Keng de’remmah pole jhe’ nyamanah oreng terro ngakanah. Mon pancen esoro ngalle, ye ngalle. Engkok tak ruwet. Rejekkeh bedeh se ngator (Iya, saya sudah mendengarnya. Tapi mau gimana lagi. Namnya juga orang ingin cari makan. Kalau disuruh pindah, ya pindah. Saya nggak mau ruwet. Rezeki sudah ada yang mengatur, red),” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaedi mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat pada PKL. Dalam surat tersebut, pihaknya menyampaikan bahwa PKL mendapat fasilitas tempat untuk berjualan.

PKL di jalan protokol, diimbau berjualan di halaman Pasar Kebonagung dan Stadion Gelora Merdeka. Sementara yang berjualan di wilayah barat, diimbau berjualan di Pasar Buah Semampir.

“Kalau masih tetap berjualan di bahu jalan, mau gimana lagi? Kami akan koordinasi dengan Satpol PP untuk menertibkan mereka. Yang penting kami sudah kirim surat agar mereka menempati tempat yang sudah kami sediakan,” terangnya. (yek/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan