Sudut Medhureh

Anak Bhekal Mole, Emmak Senneng

MARON – Sami (67), warga Desa Brabe, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo mulai tenang. Pasalnya, ia telah menerima kabar bahwa Jumari (31), anaknya yang tinggal di Pontianak, Kalimantan Barat, sudah dalam perjalanan pulang. Penderita penyakit aneh itu dijadwalkan tiba di rumahnya pada hari ini.

Perempuan renta ini mengatakan, kepulangan anak akan membuatnya bernafas lebih lega dari sebelumnya. Telah lebih dari sebulan lamanya Sami harus menderita sakit karena memikirkan nasib Jumari. Ia hanya bisa menunggu kabar dan memanjatkan doa agar anaknya diberikan kesembuhan dan bisa cepat pulang.

Engkok tak bisah pa-apah. Nyosolah tang anak dessah, tak endi’ pesse se eghebeyeh ongkos. Engkok tak endik bhereng se bisah ejuwel ghebei ongkos (Saya tidak bisa apa-apa. Mau nyusul anak ke sana, nggak punya ongkos. Saya juga nggak punya barang yang bisa dijual untuk ongkos, red),” ungkap Sami saat ditemui di rumahnya, kemarin (20/2).

Perlu diketahui, Jumari adalah anak dari Sami yang merantau ke Pontianak, Kalimantan Barat. Ia bekerja pada sebuah perusahaan kontraktor. Ia bekerja di Pontianak demi mencari nafkah untuk dirinya sendiri dan juga memenuhi kebutuhan hidup ibunya. Sialnya, Jumari mendapat malapetaka. Ia didera penyakit aneh setelah memancing di sebuah sungai yang dikenal keramat oleh warga Pontianak.

Sejak mendengar kabar bahwa Jumari sakit, Sami gelisah. Ia tak tahu harus meminta tolong kepada siapa. Beruntung, pemuda desa setempat berusaha meringankan kegelisahannya itu. Segala komunikasi dan kabar tentang Jumari diakses melalui para pemuda Desa Brabe.

Ye cong-kacong riah se abentoh engkok. Sampek ementa’aghi pesse ka geh-tetanggeh ghebei biayanah tang anak (Pemuda desa sini yang membantu saya. Mereka menggalang dana ke tetangga untuk biaya pengobatan dan ongkos pulang anak saya, red),” ungkap Sami.

Semetara itu, Bath Kamal, seorang pemuda Desa Brabe mengatakan, uang yang digalang para pemuda setempat sudah dikirim ke Pontianak. Uang itu digunakan untuk biaya pengobatan dan kepulangan Jumari ke Brabe. Meski sempat terkendala di bandara, namun Jumari akhirnya diperkenankan ikut penerbangan.

Sebellummah tak ebheghi nompa’ pesawat gara-gara penyakettah ruah. Keng stiah lah olle polanah bedeh sorat deri dokter jhe’ penyakettah Jumari ruah tak nolar (Sebelumnya tidak diperbolehkan naik pesawat gara-gara penyakitnya. Tapi sekarang sudah diperbolehkan setelah ada surat dari dokter yang menerangkan bahwa penyakit itu tidak menular, red),” paparnya.

Bath Kamal menerangkan, Jumari akan sampai di rumahnya sekitar pukul 09.00 WIB hari ini. “Ghe-mogheh bisa dhulih depak ma’le dhulih ketemmoh bi’ embok’en (Semoga bisa cepat sampai supaya bisa segera berjumpa dengan ibunya, red),” harapnya. (yek/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan