Sudut Medhureh

Stok Skonik, Dhegheng Jhuko’ Senneng


KRAKSAANTera’an (terang bulan) di wilayah Kabupaten Probolinggo saat ini dinilai tidak menguntungkan bagi para nelayan setempat. Sebab mereka tak bisa melaut untuk mencari ikan. Namun sebaliknya, pedagang ikan justru senang. Pasalnya, stok ikan di pasaran tidak banyak. Sehingga harga jualnya pun mengalami kenaikan.

Hindun (32), salah seorang pedagang ikan di Pasar Semampir mengatakan, harga ikan saat ini lebih mahal dibandingkan harga ikan hari-hari sebelumnya. Ikan tongkol yang banyak diminati masyarakat misalnya. “Sebellummah lema belles ebu ropia sekilo. Stiah ongghe deddhi dupolo ebu ropiah (Sebelumnya Rp 15 ribu per kilogram. Sekarang naik menjadi Rp 20 ribu, red),” ujarnya, kemarin (18/2).

Warga Kelurahan Semampir, Kota Kraksaan ini juga mengatakan, kenaikan harga juga terjadi untuk ikan layang. Awalnya harga jualnya Rp 10 ribu per kilogram, lalu naik menjadi Rp 13 ribu per kilogram. “Argenah jhuko’ naek stiah. Jhe’ lah teppak ke tera’an. Jhuko’ ye sajen ngorangen (Harga ikan saat ini naik. Memang sekarang masa terang bulan. Pasokan ikan berkurang, red),” ungkap Hindun.

Hal senada juga disampaikan Umarul Faruk, pedagang ikan asal di Pasar Paiton. Ia mengatakan, harga ikan di Pasar Paiton saat ini naik. Keadaan itu membuat para pedagang bisa tersenyum lebar.

Jhuko’ stiah skonek. Argenah jen larang. Ye pastenah ontongnga dhegheng jen benynyak mon ebhendingngaghi deri sebelummah (Stok ikan sekarang terbatas. harganya semakin mahal. Pastinya pedagang mendapat banyak keuntungan daripada hari-hari sebelumnya, red),” ujar warga Desa Sukodadi, Kecamatan Paiton ini.

Namun kata Faruk, pedagang tak bisa menjual ikan dalam jumlah banyak seperti sebelumnya. Pasalnya, ikan yang didapat dari nelayan jumlahnya tidak banyak. Untuk bisa tetap menjual ikan, para pedagang harus kulakan keluar daerah.

Jhuko’ ollenah majeng skonek. Kadheng engkok beih tak meloh. Ye sekera’ah bisah tetep ajuwelen jhuko’, mesen deri luar daerah jie lah (Ikan dari nelayan jumlahnya terbatas. Terkadang saya tidak kebagian. Supaya tetap bisa berjualan ikan, harus kulakan dari luar daerah, red),” ungkapnya. (yek/eem)


Bagikan Artikel