Sudut Medhureh

Tera’an, Prei Tak Majeng

KRAKSAAN – Ada masa di mana para nelayan asal Kabupaten Probolinggo tak berangkat melaut. Salah satunya ketika bulan purnama. Nelayan setempat menyebutnya, tera’an. Ikan-ikan tidak akan muncul ke permukaan laut. Sehingga nelayan sulit menangkapnya. Pantulan cahaya bulan juga membuat penglihatan nelayan terganggu.

Momen tera’an kali ini bertepatan dengan supermoon atau gerhana bulan. Sehingga cahaya bulan semakin terang. Rizal (33), nelayan asal Desa Kalibuntu, Kota Kraksaan memperkirakan, supermoon kali ini akan berlangsung selama 7 hingga 8 hari ke depan. Selama itu pula nelayan tak berangkat melaut.

Mon prei enga’ stiah, be’-abe’en mecce’ praoh ben jhering (kalau libur seperti sekarang, kami-kami ini memperbaiki kapal dan jaring, red),” ujarnya, kemarin (17/2).

Rizal mengatakan, jika sedang tera’an, sebagian besar nelayan tidak akan berangkat melaut. “Tadereng majeng nyareh jukok ka tase. Nyareah apah mon juko’en tak nyongop ke atas tase (Tidak ada nelayan mencari ikan ke laut. Mau cari apa kalau ikannya nggak ada yang muncul ke permukaan, red),” ungkapnya.

Di luar masa tera’an, biasanya ikan-ikan akan bermunculan ke permukaan laut untuk mencari cahaya. Nah, saat itulah nelayan bisa menangkap ikan. Namun ketika tera’an, cahaya bulan tembus hingga dasar laut. Sehingga ikan pun tak perlu mencari cahaya ke permukaan laut.

Ye mon lah tera ke delem tase’, jhukok kan lah tak kerah nyareh ra’tera pole ka attas tase (ya kalau cahaya bulan sudah masuk ke dalam laut, ikan nggak akan ke permukaan untuk mencari cahaya, red),” ungkap ayah dari dua anak ini.

Hal senada juga disampaikan Ridwan (40), nelayan asal Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton. Nelayan yang beroperasi di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paiton ini mengatakan, sebagian besar nelayan pada masa tera’an, lebih memilih memperbaiki alat tangkapnya.

Mecce’ jhering, mecce’ kapal, ye reng-sbhereng lah se eklakoh. Mon endi’ usaha laen, ye alakoh jieh. Se tak endi’ usaha laen, ye mangger jie lah neng roma. Mon tak endi’ blenjeh, sebedeh epekkaluar (Memperbaiki jaring, memperbaiki kapal, atau mengerjakan apapun yang bisa dikerjakan. Kalau punya usaha sampingan, itu yang dikerjakan. Yang nggak punya, ya diam di rumah. Kalau nggak punya belanja, barang yang ada yang dijual, red),” ungkap Ridwan. (yek/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan