Sudut Medhureh

Petugas Eyamok Pedagang


KRAKSAAN – Kegiatan pembongkaran lapak pedagang di luar area Pasar Semampir Kota Kraksaan kemarin (14/2) diwarnai protes. Pedagang menolak lapaknya dibongkar dan dipindahkan ke dalam area pasar. Bahkan, dalam penolakan itu petugas sampai eyamok (diamuk) pedagang.

Salah satu pedagang yang menolak itu adalah Sanu (71), asal Kelurahan Semampir, Kota Kraksaan. Ia mengamuk kepada petugas yang membongkar lapaknya. Amukan itu ia luapkan lantaran kesal melihat lapak ebungkar paksah (dibongkar paksa), terutama lapaknya sendiri.

Sanu  mengamuk di badan jalan dan menuding-nuding petugas sambil melontarkan kata-kata kotor. Bahkan dalam kekesalannya itu, Sanu menantang petugas. Ulah Sanu itu mengundang perhatian warga dan pedagang lainnya. Beruntung, amukan Sanu tidak berlanjut.  Petugas dan warga segera melerai dan menenangkan Sanu.

Arapah mek ebungkarah. Deri sabben kok ajuelen neng penggir jelen tadek masalah. Macet jieh lah biasa, jek nyamanah pasar. Mon terro tak macettah lebet songai. (Kenapa dibongkar. Dari dulu saya berjualan di pinggir jalan, tak ada masalah. Macet itu sudah biasa, namanya juga pasar. Kalau nggak mau macet, lewat sungai, red),” ucap Sanu.

Sanu yang teriak-teriak menantang petugas, nampaknya kurang puas. Lantas ia langsung macoplak (mencopot) salah satu banner calon legislatif (caleg) yang berada di sekitarnya. Banner itu kemudian ia bakar di tengah jalan. Sedangkan petugas yang hendak melarang Sanu, justru mendapat amukan.

Arapa’ah kakeh, engkok riah majer pajek edinnak. Engkok riah nyareh pesse gebei ngakan anak bineh. Mek pah ebungkarah deiyeh. Epengakanah apah tang bineh. (Mau apa kamu. Saya ini bayar pajak. Saya ini cari uang buat makan anak istri. Kok malah dibongkar begini. Mau dikasih makan apa istri saya, red),” ungkapnya.

Nampaknya, tidak hanya Sanu saja yang geram atas pembongkaran itu. Hampir semua merasakan hal yang sama. Hanya, amarah mereka tak seekstrem Sanu. Rohmiah (44), pedadang asal Kelurahan Semampir menyatakan kecewa terhadap pembongkaran itu.

Kabbi ye penggel tokonah ebungkar. Ajuelen edinnak benyak ollenah. Ben engkok ye majer kiah edinnak, tak romoro ajuelen kareppah dibik. (Semua ya kesal lapaknya dibongkar. Berjualan di sini banyak hasilnya. Apalagi saya juga bayar, nggak seenaknya berjualan, red),” tuturnya. (yek/iwy)


Bagikan Artikel