Sudut Medhureh

Mokol Bineh, Kaeh Etangkep Polisi

PAJARAKAN – Aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dilakukan oleh Misran (58), warga Desa Kertosuko, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo. Korbannya adalah istrinya sendiri yang berumur 50 tahun. Akibatnya, kepala istrinya itu mengalami pendarahan dan harus mendapat 11 jahitan. Misran pun ditangkap oleh anggota Polres Probolinggo.

KDRT itu terjadi pada Jumat, 11 Januari lalu, ketika Misran dan istrinya bertengkar. Misran mengaku tak kuat mendengar istrinya yang marah-marah. Misran akhirnya 3 kali memukul kepala istrinya. Misran masih tak puas. Sekali lagi ia memukul istrinya dengan sebuah balok kayu yang ia ambil di depan rumah.

Pukulan dengan kayu itu mengenai lengan kiri istrinya. Namun kerasnya pukulan itu membuat kayu juga mengenai kepala istrinya hingga berdarah. Si istri jatuh dengan kepala bersimbah darah.

Engkok ta’ omes pole lah. Nyaknyang mloloh. Reken tak bhusen apah ngedingngaghih cacanah ben areh (Saya sudah tak tahan lagi. Ngoceh melulu. Dikira apa saya tidak bosan mendengarkan ocehannya setiap hari, red),” kata Misran kepada Koran Pantura.

Misran mengatakan, keharmonisan keluarganya sudah mulai semrawut sejak akhir tahun lalu. Istrinya kerap mengoceh tak jelas kepada Misran nyaris tiap hari. “Sebellummah la segghut tokar. Bektoh jiah tak laten pah etokoleh skaleh bi’ engkok (Sebelumnya memang sering tengkar. Waktu itu sudah tak telaten lagi. Ya saya pukul, red),” ungkapnya.

Pertengkaran di keluarganya terjadi karena berbagai alasan. Terutama karena faktor ekonomi. Namun, kondisi itu tak bisa dimaklumi oleh si istri. Sehingga terjadilah cekcok setiap hari.

Reng sbhereng se ekatokar. Salah skoneh aghighir, sala skonek teng mretteng. Ye tokoleh skaleh bik engkok cetakkah. Ghi’ nyocot, berri’ pole bi’ kajuh skaleh (Macam-macam yang dipersoalkan. Salah sedikit marah, salah sedikit geger. Ya saya pukul saja kepalanya. Masih ngomel, saya pukul lagi dengan kayu, red),” sergah Misran.

Kapolres Probolinggo AKBP Edwwi Kurniyanto menilai perilaku Misran melampaui batas. Atas dasar itulah pihaknya meringkus Misran. Pihaknya menjerat Misran dengan pasal 44 UU RI 23/2004 tentang Penghapusan KDRT. “Pelaku terancam hukuman paling lama 5 tahun penjara,” kata Kapolres. (yek/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan