Sudut Medhureh

Ajhuwel Pil Koplo, Etangkep Polisi

PAKUNIRAN – Polsek Pakuniran menangkap 2 pengedar pil jenis trihexyphenidyl sekaligus dalam sebulan terakhir. Tersangka yang ditangkap pertama kali adalah Ade Asep Saputra, warga Kecamatan Pakuniran pada 2 Januari lalu. Sementara tersangka berikutnya adalah Fauzi Ari Sandi (21), warga Desa Gading Wetan, Kecamatan Gading.

Tersangka se anyamah Fauzi riah etangkep areh Rebbu tangghel tello poloh Januari pokol 14.15 (tersangka yang bernama Fauzi ini ditangkap pada Rabu, 30 Januari pukul 14.15, red),” terang Kapolsek Pakuniran Iptu Haby Sutoko.

Ia menerangkan, kedua tersangka ditangkap Polisi lantaran ditemukan mengedarkan dan mengonsumsi obat-obatan terlarang. Iptu Haby mengatakan, pihaknya meringkus Fauzi atas dasar keterangan dari tersangka Ade yang sudah diamankan lebih dulu.

Olle kabher deri pelaku sebellummah. Kabher jieh deddhi dasar se nangkeppa pelaku se laen (Dapat keterangan dari pelaku sebelumnya. Keterangan itu menjadi dasar kami untuk menangkap pelaku yang lain),” ujarnya, Kamis (31/1).

Menurutnya, Ade selaku tersangka pertama, mendapatkan pil setan jenis trihexyphenidyl sebanyak 2 boks plastik yang berisi 1.000 butir. Pil itu dibeli Ade dengan uang seharga Rp 160 ribu.

Setelah pengedar pil itu berhasil diamankannya. Lanjut Habi, dan langsung diringkus ke mapolsek. Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, pelaku mengakui bahwa telah menjual pil setan tersebut pada pelaku pertama. Pihaknya juga mengamankan barang bukti dari pelaku berupa HP dan uang sejumlah Rp. 20 ribu.

Setiah tersangka ghi eproses bi petugas. Mek pola deggi etemmoh pole kasus se laen deri tersangka riah (Sekarang tersangka masih diproses oleh petugas. Siapa tahu nanti ada lagi kasus lain yang terungkap pernah dilakukan tersangka ini, red), ” terang Iptu Haby.

Ia mengatakan, tersangka mengedarkan obat-obatan terlarang tanpa izin. Oleh karenanya, kedua tersangka terjerat pasal 196 sub pasal 197 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. “Okomnah paleng abit 5 taon penjara (Ancaman hukumannya maksimal 5 tahun penjara),” sebut Iptu Haby. (yek/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan