Perdagangan

Gegara Pilkades, Sapi Laris Manis


PROBOLINGGO – Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Probolinggo, Kamis (17/2) lalu, cukup berpengaruh pada stok sapi. Terutama sapi berukuran besar. Di pasar hewan di Desa Bucor Kulon, Kecamatan Pakuniran misalnya. Di pasar tersebut, stok sapi ukuran besar cukup terbatas karena dibeli tim sukses calon kepala desa.

Qomaruddin (25), salah satu belandang sapi yang biasa mangkal di pasar hewan tersebut mengatakan, dua pekan sebelum coblosan pilkades, banyak pembeli sapi berdatangan. Menurutnya, mereka adalah tim sukses calon kepala desa yang berkontestasi pada Pilkades lalu.

Jarang bede sape lempo mare pilkades. Kare se koros. Sape se raje lober ecapok tenggien (Jarang ada sapi gemuk selesai pilkades. Tinggal yang kurus. Sapi yang besar ludes diborong calon kepala desa, red),” katanya, Selasa (22/2).

Pria yang biasa menjual sapi di pasar hewan Bucor dan Besuk ini mengatakan, ada peningkatan penjualan yang cukup signifikan sebelum Pilkades. Hal itu terjadi tidak hanya pada gelaran pilkades tahun ini. Namun juga pada pilkades sebelumnya pada 2021 lalu.

Mon tenggien pajhet bennyak oreng nyare sape. Coblosan se ade’en pade, bennyak oreng melle. Paleng ebeghi warga se mele (Kalau ada pilkades memang banyak orang membeli sapi. Coblosan sebelumnya juga banyak yang beli. Mungkin diberikan kepada pemilih, red),” papar Qomar.

Pada pilkades pekan lalu, ia dapat menjual 4 ekor sapi. Bahkan temannya sesama pedagang sapi ada yang berhasil menjual sampai 10 ekor sapi.

Makmur ongghu ca-kanca se ajhuel sape stia ecapok pilkades. Bede se sampek paju 10 sape. Hasella cokop sampek ka poasa (Makmur benar teman-teman pedagang sapi sekarang gara-gara Pilkades. Malah ada yang sampai laku 10 sapi. Hasilnya cukup sampai bulan puasa, red),” ungkapnya. (ar/eem)


Bagikan Artikel