Sudut Medhureh

PKH Esonnat, Emak-Emak Datangi Polres


PROBOLINGGO – Sejumlah 6 emak-emak dari Desa Randuputih, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Probolingo, Kamis (7/10) siang. Mereka mengaku jadi korban penyunatan dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Mereka adalah Husnawiyah, Sumina, Suliana, Suliati, Misnaya, dan Tumrah Kusumawati. Datang ke Polres Probolinggo adalah cara mereka mendapatkan keadilan. Pasalnya, penyunatan bantuan itu terjadi tidak hanya pada tahun 2021. Namun sejak tahun 2020.

“Neng buku rekening biasana olle ghen Rp 525 ebu. Tape se ebheghi ka kule ning Rp 200 ebu (Di buku rekening biasanya dapat Rp 525 ribu. Tapi yang diberikan ke saya itu hanya Rp 200 ribu, red),” kata Husnawiyah, salah satu dari emak-emak tersebut.

Ia mengaku baru mengetahui praktik penyunatan bantuan tersebut ketika ia datang ke kantor BNI KCP Probolinggo. Tujuannya adalah untuk mencetak langsung rekening koran dari buku tabungan PKH miliknya. Dari upaya itu ia baru sadar bahwa selama hampir 2 tahun terakhir, bantuan PKH miliknya telah disunat. Husnawiyah menyebut penyunatan dilakukan adalah ketua kelompok PKH di tempatnya.

Catettan neng buku bi’ se etrema tak pade. Sabbhen pencairan, ketua kelompok terros se macaer, tak pernah macaer dhibik (Catatan di buku rekening dengan uang yang saya terima tidak sama. Setiap kali pencairan, selalu ketua kelompok yang mencairkan. Tidak pernah saya cairkan sendiri, red),” ungkapnya.

Karena itu, ia dan sejulah penerima bantuan PKH lain yang mengalami nasib sama, mendatangi Polres Probolinggo. Ia berharap Polres mengusut kasus tersebut.

Kule bhei lebbi tello juta se elang. Aslinah bennyak se ekenning, keng se norok entar ka polres mangken ning 6 oreng. Mandherreh bhei eyusut bi’ polres (Saya sendiri lebih dari Rp 3 juta yang hilang. Sebenarnya banyak yang kena pemotongan. Tapi yang ikut ke Polres hanya 6 orang. Semoga saja diusut oleh Polres, red),” paparnya.

Paur Humas Polres Probolinggo Bripka Mukhtar Yuliharto mengatakan, pihaknya sudah menerima pengaduan 6 orang tersebut. Kini, pengaduan tersebut sudah ditangani oleh Satreskrim yang akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Etangani Reskrim penyelidikna. Se etrema neng SPKT ghellek sekitar pokol setenga settong (Penyelidikannya ditangani Reskrim. Laporan diterima SPKT sekitar pukul 12.30, red),” ujarnya. (ay/eem)


Bagikan Artikel