Sosbudpar

Suhu Ekstrem, Muncul Bun Upas


SUKAPURA – Suhu ekstrem mulai terjadi di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Hal itu memicu kemunculan bun upas yang berwujud dingin dan beku, layaknya es.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas TNBTS Syarif Hidayat mengungkapkan, cuaca di kawasan Gunung Bromo bahkan menyentuh 3 derajat celcius. Hal itu berdasar pantauan petugas Balai Besar TNBTS.

“Informasi teman-teman Cemorolawang, sempat menyentuh minus 3 derajat celcius. Suhu sangat dingin ini terpantau dalam sepekan terakhir,” terangnya.

Cuaca yang cukup dingin itu memicu kemunculan bun upas. Warga Tengger menyebutnya sebagai fenomena embun upas. Fenomena ini selalu terjadi setiap tahun. Terutama pada musim kemarau.

Bun Upas terpantau muncul di daerah Cemorolawang. Meski belum meluas di seluruh kawasan TNBTS, namun fenomena serupa telah terjadi di kawasan Ranu Pane di kawasan Semeru di wilayah Kabupaten Lumajang. Bun Upas akan muncul pada pagi hari bila pada malam hari sebelumnya terjadi suhu dingin di Gunung Bromo.

“Fenomena Upas belum begitu terlihat, tapi tanda-tanda awal sudah mengarah ke situ,” kata Syarif.

Cak Yo, seorang relawan Bromo mengungkapkan, embun upas terjadi sejak sepekan lalu di kawasan Bromo dan juga Ranu Pane. Hal itu terjadi karena suhu di kawasan Bromo cukup dingin. Kisarannya 4 derajat hingga 0 derajat Celsius. Ia cukup menyayangkan fenomena tersebut tidak bisa dinikmati oleh wisatawan.

“Sebelum kemarin, embun upas ini sudah terjadi pekan lalu. Meskipun begitu, embun upas ini belum bisa dinikmati wisatawan karena Bromo masih tutup,” terangnya. (rul/eem)


Bagikan Artikel