Sosbudpar

Sapi Kurban Jokowi dari Sukapura, Dihargai Nyaris Rp 100 Juta


SUKAPURA – Pandemi COvid-19 ini menjadi pukulan telak bagi para pelaku usaha di sektor wisata, termasuk wisata Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo. Alif Dheo Hawirhanda yang semula seorang sopir jeep, sampai memilih banting setir menjadi peternak sapi. Tetapi pilihan Alif tidak salah. Salah satu sapi peliharaan Alif bahkan berhasil terpilih menjadi sapi kurban Presiden RI Jokowi.

Desa Sukapura di Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu desa yang banyak mengenyam pahit dampak pandemi Covid-19. Terutama dampak di sektor pariwisata. Sebab, warga Desa Sukapura paling banyak bergantung pada wisata Gunung Bromo.

Wisata internasional Gunung Bromo yang semula memberi kehidupan, berubah drastis sejak pandemi Covid-19 pecah pada Maret 2020. Kawasan wisata Gunung Bromo kontan sepi  pengunjung sejak otoritas wisata Gunung Bromo memutuskan menutup total wisata tersebut hingga lebih dari delapan bulan lamanya.

Situasi itu membuat para pelaku wisata Gunung Bromo harus mampu survive. Sebagian pelaku usaha wisata beralih kerja menjadi sopir angkutan sayur, menjadi pedagang sayur ke berbagai pelosok desa menggunakan jeep, bahkan ada yang terpaksa menjual kendaraan 4×4 miliknya lalu berganti profesi menjadi peternak.

Pilihan terakhir itu yang dijalani oleh Alif Dheo Hawirhanda, pemuda 24 tahun asal Desa Sukapura. Dari seorang sopir jeep wisata Gunung Bromo, pria yang karib disapa Dheo itu beralih menjadi seorang peternak. “Jangan sepelekan orang ngarit, karena namanya rezeki, tidak ada yang tahu,” kata Dheo saat ditemui di rumahnya di Desa Sukapura, Senin (19/7).

Ketika dikunjungi Koran Pantura, Dheo sedang santai sambil mengecek jeep wisata miliknya. Di sela-sela kesibukannya itu, Dheo menceritakan awal mula dirinya beralih menjadi seorang peternak sapi.

“Awalnya sih karena pandemi ini, kemudian wisata Bromo tutup. Akhirnya saya memilih jadi peternak. Ya sekalian mau menerapkan ilmu saat kuliah dulu,” kata pemuda lulusan D3 Kesehatan Hewan pada Universitas Airlangga Surabaya itu.   

Ia tak menyangka, usahanya memelihara sapi jenis limusin itu ternyata bisa menembus ring kepresidenan. Terbukti, seekor sapi peliharaan Dheo berhasil terpilih, dibeli menjadi sapi kurban Presiden RI Joko Widodo di momen Idul Adha 1442 Hijriyah.   

Dheo mengatakan, ia memelihara ternak ini karena memang ada niatan untuk mengikuti kontes ternak. “Tapi ternyata karena terjadi pandemi, jadi tidak ada kontes ternak. Ya Alhamdulillah, ternyata tembus jadi sapi kurban milik Presiden. Ya senang banget,” katanya.

Hal semacam ini justru diharapkan bisa memotivasi peternak lokal agar terus maju dan tidak berhati kecil. “Ya semoga dengan seperti ini bisa menjadi cambuk penyemangat rekan rekan peternak lain, khususnya di kawasan Sukapura. Jangan berkecil hati, meskipun harus ngarit, karena kembali lagi, nasib kita juga belum ada yang tahu,” kata Dheo.

Sebelum dipilih oleh Presiden, menurut Dheo, sebelumnya ada perwakilan dari Dinas Peternakan Kabupaten Probolinggo dan Provinsi Jatim datang ke rumahnya. Ternyata dalam  kunjungan itu, sapi milik Dheo dinyatakan masuk kriteria, bersama kandidat dari beberapa daerah lain. “Finalnya, ternyata sapi saya masuk kriteria, baik itu kesehatan, postur tubuh hingga berat badan,” terang Dheo.

Dengan begitu, sapi seberat 1,24 ton itu dilepas dengan harga yang fantastis, yakni nyaris seharga Rp 100 juta.

Dheo mengatakan, untuk merawat sapi tersebut, awalnya ada masalah. Tetapi setelah dipelajari lebih dalam, ada beberapa hal yang memang harus diperhatikan, seperti kebersihan kendang, hingga pola makan pada sapi. “Ya sehari cukup dua kali. Pakannya hijau-hijauan dan ada tambahan konsentrat agar perkembangannya bagus,” katanya.

Ke depan, Dheo bertekad memelihara sapi berbagai jenis, dan akan dikembangkan untuk kontes. “Tidak hanya saya, banyak yang sudah tertarik untuk memelihara sapi. Selain karena ada prospek bagus, tanaman hijauan di Sukapura melimpah. Tinggal penambahan ilmu teknologi pakan ternak saja yang menjadi perhatian ke depan,” tuturnya. (rul/iwy)


Bagikan Artikel