Sosbudpar

2.981 Keluarga di Kota Probolinggo Terima Bansos


PROBOLINGGO – Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo berusaha meringankan beban ekonomi warganya. Oleh karena itu, Pemkot Probolinggo menggelontorkan bantuan sosial (bansos) kepada 2.981 warga yang terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Setiap keluarga menerima bantuan senilai Rp 200 ribu dan diberikan secara tunai. Selain terdampak PPKM Darurat, penerima adalah warga yang tidak mendapat bantuan lain dalam bentuk dan jenis apapun. Baik bantuan dari pemerintah pusat, provinsi, bahkan bantuan dari pemkot sendiri.

Walikota Probolinggo Hadi Zainal Abidin meninjau langsung pencairan dan penyaluran bansos tersebut. Salah satunya di kantor Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Rabu (14/7) pukul 09.00.

“Tujuan kami adalah untuk melihat dan memantau pelaksanaan pembagian bansos. Apakah benar dilaksanakan dan sesuai dengan data atau tidak,” tutur Walikota Hadi.

Dari 29 kelurahan di wilayah Kota Probolinggo, penerima bansos terbanyak adalah Kelurahan Mangunharjo. Di kelurahan tersebut terdapat 415 Kepala Keluarga (KK) yang tercatat sebagai penerima bansos. “Penyaluran sudah dilakukan mulai Senin (12/7). Sekarang (kemarin, Rabu) hari terakhir. Mudah-mudahan lancar,” harapnya.

Walikota Hadi menjamin tidak akan ada kekeliruan penyaluran. Sebab petugas memegang dokumen penerima bansos lengkap dengan fotonya. Petugas akan melakukan pencocokan by name by address beserta fotonya. “Petugas tinggal mencocokkan. Kalau tidak cocok dengan fotonya, ya tidak diberikan,” tegasnya.

Setiap keluarga menerima bantuan senilai Rp 200 ribu dan diberikan secara tunai. (Agus Purwoko/KP)

Anggaran bansos tersebut adalah anggaran BTT (Biaya Tidak Tetap). “Jangan dinilai nominalnya. Yang penting bisa membantu meringankan warga terdampak. Pergunakan sesuai kebutuhan,” imbaunya.

Walikota Hadi  juga mengimbau masyarakat mematuhi PPKM Darurat agar jumlah warga yang terpapar Covid-19 berkurang. Ia berterimakasih kepada warga yang telah disiplin menjalankan protokol kesehatan dan mematuhi PPKM darurat.

Pada 10 Juli lalu, ada 321 kasus aktif. Namun pada 13 Juli, jumlahnya turun menjadi 248 kasus aktif. Penurunan tersebut merupakan hasil dari upaya nyata yang dilakukan oleh Pemkot, TNI, Polresta, elemen lain, serta publik.

“Saya berharap ketaatan dan kedisiplinan warga dipertahankan agar penderita Covid-19 terus menurun. Sehingga kita bisa hidup normal kembali,” ungkap Walikota Hadi. (gus/adv)


Bagikan Artikel