Sosbudpar

Dampak PPKM Darurat Covid-19, KDS Probolinggo Liburkan Puluhan Karyawan


PROBOLINGGO – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat berdampak pada sektor ekonomi riil. Di Kota Probolinggo, toko swalayan tak hanya sepi, bahkan ada yang sampai meliburkan karyawan dan pramuniaga selama PPKM darurat (3-20 Juli).

Salah satu swalayan di Kota Probolinggo yang meliburkan puluhan pramuniaganya adalah Karunia Damai Sejahtera (KDS). Toserba yang berlokasi di Jalan Dr Soetomo tersebut meliburkan puluhan karyawannya mulai Sabtu (3/7) lalu. Sebab, lantai II KDS yang menjual pakaian ditutup selama PPKM darurat.

Selain itu, kompartemen kosmetik juga tutup. Hanya supermarket yang menjual aneka kebutuhan bahan pokok harian yang tetap buka. Sri Lestari pengelola KDS, tetap buka. “Yang tidak menjual kebutuhan pokok, aturannya ditutup. Kalau supermarketnya tidak masalah tetap buka,” kata Manajer KDS Sri Lestari saat ditemui Senin (5/7) siang.

Lantaran lantai dua KDS ditutup, seluruh karyawan dan pramuniaganya dirumahkan  selama penerapan PPKM darurat. Dan selama tidak bekerja, menurut Sri Lestari, puluhan pekerjanya itu tidak digaji. “Ya enggak digaji lah. Lha wong enggak kerja. Kasihan juga. Tetapi aturannya harus ditutup. Ya, kami tutup,” ujarnya.

Menurutnya, jumlah karyawan yang dirumahkan tidak sampai 100 orang.  Sedangkan pramuniaga kosmetik bukan termasuk karyawan KDS. Mereka adalah pekerja masing-masing  konter atau produsen kosmetik. “Jadi mereka tidak kami hitung, karena bukan karyawan kami,” terang Sri Lestari.

Selanjutnya, Sri menyebut supermarket KDS buka pukul 10.00 dan tutup pukul 20.00. Soal pembeli selama PPKM darurat, Sri menyatakan sepi. Bahkan menurutnya, kondisi saat ini lebih sepi dari bulan puasa kemarin. “Pembelinya masih lebih ramai puasa. Jauh, penurunannya di atas 50 persen,” katanya.

Karena pembeli sepi, Lestari menutup sebagian kasir. Petugasnya dialihkan pada pekerjaan yang bukan tugasnya. Seperti bersih-bersih atau membantu rekan sekerjanya di bagian kasir lain dan atau menjaga supermarket.

“Daripada diliburkan, kan lebih baik tetap masuk seperti biasanya. Ya, bekerja seadanya. Sampeyan lihat tuh kasir ada yang bekerja membungkus barang yang dibeli pembeli,” tambahnya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel