Sosbudpar

Bersih-Bersih Kumpulkan Sampah 10 Pikap


SUKAPURA – Yadnya Kasada 2021 telah tuntas digelar suku Tengger di Gunung Bromo pada 25-26 Juni. Pasca menjalani prosesi ritual Yadnya Kasada, warga suku Tengger guyub bersih-bersih lingkungan. Aksi clean up secara mandiri tersebut berhasil mengumpulkan sampah hingga sebanyak 10 pikap.

Walau digelar tertutup untuk wisatawan, Yadnya Kasada tahun 2021 yang telah dilangsungkan pada 25-26 Juni lalu menyisakan sampah. Namun, kendati begitu, secara sigap para relawan yang berasal dari suku Tengger secara bergotong royong melaksanakan pembersihan tanpa harus menunggu pihak lain bergerak.

Kesadaran ini didasari kembali bahwa kebaikan kepada alam juga akan terbalas dengan terciptanya lingkungan yang baik. Hal ini juga yang mendasari mereka untuk melakukan aksi bersih bersih sampah di sepanjang jalur menuju kawasan Gunung Bromo.

Mereka yang ikut hanya sekitar puluhan orang warga sekitar. Tetapi mereka  dibantu petugas TNBTS dan TNI/Polri. “Kami berhasil kumpulkan (sampah) 10 pikap,”  jelas Gondo, salah satu warga Tengger yang kemarin (27/6) ikut serta bersih-bersih sampah. 

Pria asal Wonotoro Kecamatan Sukapura ini mengatakan, kegiatan sosial ini memang dilakukan sebagai  bentuk tanggung jawab untuk menjaga kebersihan dan keasrian kawasan wisata Gunung Bromo. “Kami tadi hanya ada puluhan orang, tapi kita maksimal membersihkan tempat itu. Harapannya, Bromo bersih, pasti juga senang menikmatinya,” jelasnya.

Rencananya, kegiatan seperti ini akan dilanjutkan hari ini. Akan ada berbagai elemen yang ikut serta clean up bareng di kawasan Gunung Bromo ini. Sebab beberapa spot masih banyak yang belum dibersihkan. “Jadi besok rencana kami akan lanjutkan,”  kata Gondo kemarin.

Selain jalur menuju Gunung Bromo dan tangga kawah, bibir kawah terlihat banyak sampah sisa larung saji pada Yadnya Kasada. Nah, untuk membersihkan ini, relawan juga memerlukan alat khusus agar tetap aman. ”Kami besok akan menggunakan alat pendakian, seperti karabiner, karmantel webbing. Ya itu dilakukan untuk membersihkan kawasan bibir kawah,” terangnya.

Dari pantauan Koran Pantura, memang di kawasah wisata Gunung Bromo usai ada kegiatan besar, termasuk libur hari besar, biasa menyisakan banyak sampah. Pada libur natal dan tahun baru 2020 lalu misalnya, para relawan sampai berhasil mengumpulkan 1,5 ton sampah.

Untuk itu, ke depan semua pihak harus lebih sadar terhadap kebersihan di wisata Gunung Bromo. Kumpulkan sampah di tempat yang disediakan. Atau bila tidak menemukan tempat sampah, simpan kembali sampahnya sampai menemukan tempat sampah. (rul/iwy)


Bagikan Artikel