Sosbudpar

Duh… Sampah Berserakan di Pantai Bandar Segara


DRINGU – Objek wisata pantai Bandar Segara yang terletak di desa/kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo kondisinya sangat memprihatinkan. Pasalnya terdapat banyak tumpukan sampah berserakan di sepanjang garis pantai tersebut.

Berdasarkan pantauan Koran Pantura, tumpukan sampah yang terdampar di atas pasir pantai tersebut mayoritas merupakan sampah plastik yang butuh waktu lama untuk diurai oleh alam. Tak sedikit pula sampah organik yang juga terdampar di pantai yang sempat masuk 5 besar pemenang program One Village One Destination (OVOD) tahun 2019 lalu itu.

Alhasil, banyaknya tumpukan sampah yang terdapat di garis pantai Bandar Segara itu dikeluhkan oleh para pengunjung. Apalagi, untuk masuk ke kawasan sejuk tersebut harus merogoh kocek Rp 2.000 untuk biaya parkir sekaligus karcis masuk.

“Kalau airnya surut di sore hari, pantai ini jadi terlihat kotor sekali. Banyaknya sampah ini sangat mengganggu pemandangan, sudah saatnya pengelola tergerak untuk membersihkannya agar para pengunjung merasa nyaman berwisata di sini,” ungkap Junianti, salah seorang pengunjung asal kecamatan Banyuanyar, Kamis (17/6).

Lebih lanjut, dikatakan ibu 2 anak ini bahwa pantai Bandar Segara adalah objek wisata yang sangat menjanjikan ke depannya apabila mampu dikelola secara baik. Terlebih dengan banyaknya pohon Cemara laut yang sudah ditanam, menimbulkan kesan sejuk dan nyaman ketika dikunjungi untuk berwisata bersama keluarga.

“Suasananya sebenarnya sangat nyaman, namun memang butuh banyak pembangunan infrastruktur di sana-sini. Namun sebagai objek wisata murah meriah bagi keluarga, asalkan tempatnya bersih sepertinya sudah cukup,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Dringu Bukhari Subhan saat coba dikonfirmasi terkait dengan kondisi pantai Bandar Segara yang banyak terdapat tumpukan sampah, hingga berita ini ditulis belum memberikan keterangannya.

Namun dari pengakuan nelayan dan penjual makanan di sekitar kawasan objek wisata pantai Bandar Segara, banyaknya sampah merupakan sampah kiriman yang terbawa arus dari sungai Kedunggaleng yang muaranya terletak di dekat pantai tersebut.

“Tapi kadang-kadang ada warga yang bersih-bersih kok mas,” ujar salah seorang nelayan setempat. (tm/awi)


Bagikan Artikel