Sosbudpar

Kasus Covid-19 Melonjak, Porkab Probolinggo 2021 Ditunda


PROBOLINGGO – KONI Kabupaten Probolinggo sedianya menggelar Pekan Olah Raga Kabupaten (Porkab) 2021 pada Juli mendatang. Namun, event olahraga terbesar di Kabupaten Probolinggo itu terpaksa ditunda penyelenggaraannya lantaran terjadi lonjakan kasus Covid-19. 

Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Kabupaten Bangkalan Jawa Timur dan Kudus Jawa Tengah, membuat Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo mengambil sikap terkait event Porkab 2021. Satgas merekomendasikan agar pelaksanaan Porkab Probolinggo 2021 ditunda. Dengan adanya rekomendasi tersebut, praktis penyelenggaraan Porkab yang sedianya dimulai pada 2 Juli, jadi batal dilaksanakan.

Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono mengatakan, terjadi lonjakan kasus yang menembus angka 100 persen di Bangkalan, dan disusul terjadi di Kudus. Kejadian ini membuat Satgas Penanganan Covid-19 was-was dan tak mau ambil resiko dengan mengeluarkan rekomendasi untuk penyelenggaraan Porkab 2021 yang otomatis dapat memicu terjadinya kerumunan.

Terlebih, berdasarkan kajian epidemiologi yang dilakukan oleh Satgas Covid-19 Pemprov Jawa Timur menyebutkan jika fase penyebaran Covid-19 seusai masa libur lebaran masih sangat dimungkinkan terjadi di kabupaten Probolinggo hingga 1 sampai 2 bulan ke depan.

“Oleh karena itu kami menyarankan agar pelaksanaan Porkab ditunda. Sekali lagi, ditunda, bukan dibatalkan. Menunggu hingga dampak penyebaran Covid-19 akibat liburan hari raya Idul Fitri kemarin mereda,” ungkap dr Shodiq dalam rapat koordinasi dalam rangka persiapan Porkab 2021 di ruang Jabung gedung Sekretariat Kabupaten Probolinggo, Kamis (10/6).

Hal itu diperkuat oleh penyataan Sekda Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono. Ia  mengatakan, berdasar hasil koordinasinya dengan Bupati Hj. P. Tantriana Sari beberapa waktu lalu, disimpulkan bahwa pelaksanaan Porkab 2021 sebaiknya ditunda terlebih dahulu, sambil menunggu perkembangan dari penyebaran Covid-19 di kabupaten Probolinggo dan daerah lainnya.

“Demi kebaikan bersama, Porkab 2021 sebaiknya ditunda dulu. Meski sebenarnya kami berat untuk menyampaikannya, namun pilihan ini harus diambil untuk melindungi kepentingan dan kesehatan warga Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Ketua KONI Kabupaten Probolinggo Sugeng Nufindarko menyatakan dengan lapang dada menerima keputusan pemerintah. Menurutnya, sekalipun persiapan penyelenggaraan Porkab 2021 sudah di atas 70 persen dan tinggal menunggu tanggal pelaksanaannya, namun ketika Pemkab Probolinggo meminta agar Porkab 2021 ditunda, maka KONI akan mematuhinya.

“Mau bagaimana lagi? Walaupun kami sudah paparan dan menyiapkan segala sesuatunya terkait dengan penyelenggaran Porkab sesuai protokol kesehatan sejak bulan Maret lalu, namun jika akhirnya Pemkab Probolinggo tidak mengeluarkan rekomendasinya, ya mau bagaimana lagi selain kita patuh,” katanya.

Namun demikian, Sugeng mengingatkan agar penundaan penyelenggaraan Porkab ini tidak berlarut-larut. Semisal memang harus menunggu perkembangan Covid-19 dalam 1 atau 2 bulan ke depan, maka kiranya dalam kurun waktu itu harus bisa diputuskan kapan kira-kira penyelenggaraan Porkab itu gelar. Hal itu didasarkan atas kekhawatirannya atas terlaksananya program kerja KONI Kabupaten Probolinggo dalam mempersiapkan para atletnya untuk menghadapi Porprov 2022 mendatang.

“Porkab ini ajang untuk mencari dan merekrut atlet berpotensi untuk diproyeksikan diajang Porprov. Kalau momennya terlewat, maka konsekwensinya sudah jelas yakni jangan berharap banyak atas capaian prestasi atlet di Porprov 2022 mendatang. Karena berbicara prestasi olahraga bukanlah suatu hal yang instan, butuh proses pembinaan dan pelatihan didalamnya. Itu butuh waktu yang tak sebentar,” pungkas Sugeng. (tm/iwy)


Bagikan Artikel