Sosbudpar

10 Ribu Warga Kabupaten Probolinggo Alami Katarak


GENDING – Ada sekitar 10 ribu warga Kabupaten Probolinggo mengalami kebutaan. Mayoritas gangguan penglihatan itu berupa katarak atau keburaman (opacity) pada lensa mata. Komisi Mata Daerah (Komatda) Kabupaten Probolinggo menarget pengobatan kebutaan mata pada warga Kabupaten Probolinggo tuntas hingga akhir tahun depan.

“PR (Pekerjaan Rumah) kami itu ada sekitar 10 ribu sekian yang masih menunggu operasi katarak. Kita mencoba mengejar deadlock 10 ribu pasien itu segera dioperasi,” kata Ketua Komatda Kabupaten Probolinggo dr. Mirrah Samiyah, Rabu (9/6).

Penuntasan target itu, katanya, tidak bisa hanya dipasrahkan pada Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat saja. Melainkan perlu ada kerjasama dengan instansi dan perusahaan swasta. Misalnya dengan memanfaatkan CSR dari perusahaan swasta di PLTU Paiton. Serta Non Goverment Organization (NGO) lainnya yang konsisten dalam pendampingan kesehatan mata.

“Pendelegasian itu memungkinkan target operasi katarak dapat dituntaskan dengan cepat. Kalau tidak di tahun ini, mungkin di tahun depan. Karena pada pandemi lalu, kita tidak bisa mengumpulkan mereka untuk dioperasi secara bersama,” kata wanita yang akrab disapa dokter Mia itu.

Sementara itu, pegiat kesehatan mata sekaligus Direktur Yayasan Paramitra Asyiah Sugianti menyampaikan, kemampuan operasi katarak di rumah sakit Kabupaten Probolinggo dalam 5 tahun terakhir yaitu pada 2016 mencapai 757, setahun kemudian naik menjadi 881. Tetapi pada 2018 turun menjadi 481 dan tahun 2019 mencapai 678. Sementara pada 2020 lalu, turun menjadi 550 orang.

Saat ini, sudah ada 8 desa sehat mata yang terbentuk dengan ratusan kader. “Nah ke depan, ketika ada waiting list (daftar tunggu) warga miskin yang membutuhkan operasi katarak, maka pemerintah punya pengalaman bagaimana mobilisasi sumber daya, baik antar OPD, LSM maupun dengan perusahaan,” katanya. (yek/awi)


Bagikan Artikel