Sosbudpar

Kasada 2021, Wisata Bromo Ditutup 3 Hari


PROBOLINGGO – Mengingat penyebaran Covid-19 masih tinggi di berbagai daerah di Indonesia, perayaan hari raya Yadnya Kasada 2021 dinyatakan tertutup untuk wisatawan. Ritual Kasada hanya untuk warga suku Tengger dari 4 wilayah. Lebih dari itu, wisata Gunung Bromo resmi ditutup selama tiga hari, yaitu 24-26 Juni.

Hal itu sesuai dengan website Bromo Tengger Semeru, bahwa di tanggal 24, 25 dan 26 Juni 2021, booking tiket online tidak tersedia. Sedangkan perayaan Yadnya Kasada 1943 Saka  jatuh pada tanggal 24-26 Juni 2021.

Berdasar hasil rapat koordinasi semua pihak, untuk mengantisipasi penyebaran Covid- 19, sudah dicapai kesepakatan para pelaku wisata, para tokoh adat Tengger. Wisata Gunung Bromo resmi ditutup bagi wisatawan domestik, maupun asing selama tiga hari. PKL dan warung kuliner juga tidak diperkenankan. Yang boleh hanya penjual bipang dan gulali.

Pihak TNBTS dibantu TNI/ Polri, Satpol PP, Linmas, Tagana, Pramuka dan petugas adat Tengger Jogo Boyo, melakukan penyekatan di depan markas Polsek Sukapura dan depan pendapa Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura.

Menurut tokoh adat dan warga hindu Tengger, perayaan Yadnya Kasada tanpa wisatawan sangat perlu dilakukan. Selain agar lebih khusyuk, juga demi menghindari terjadinya kerumunan dan desak–desakan. Ini tujuannya untuk menghindari penyebaran Covid-19.

“Kami sangat setuju dan mendukung perayaan Yadnya Kasada 2021 tertutup bagi warga luar dan wisatawan, agar ritual dilakukan umat Hindu menjadi khidmat dan khusyuk, dan menghindari kerumunan,” jelas Irwan Doyo, salah satu pelaku wisata di Kecamatan Sukapura, Selasa (8/6).

Sementara, Digdoyo Jamaludin selaku pemilik Hotel Yoschi’s mengatakan, meski berdampak bagi hotelnya, namun pihaknya tetap menghormati keputusan penutupan wisata Gunung Bromo selama tiga hari. Ini semua demi mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Ia berharap, dengan tertutupnya Yadnya Kasada, membawa hikmah dalam kebaikan ke depannya. “Meski membuat hotel sepi, namun kita tetap patuh dan menghormati keputusan bersama semua pihak. Dengan Yadnya Kasada tertutup bagi warga dari luar, semoga keputusan ini membawa hikmah dalam kebaikan, serta bisa memusnahkan penyebaran Covid- 19 dari muka bumi ini” jelas Digdoyo.

Pengumuman penutupan ini dilakukan lebih cepat, agar bisa diketahui masyarakat luas di dalam maupun luar negeri. Supaya tidak sampai ada wisatawan yang kecele, tetap datang dim omen Yadnya Kasada.

Sedangkan sesepuh suku Tengger Supoyo menyatakan, penutupan untuk umum perlu dilakukan. Selain agar doa dan ritual Kasada lebih hidmat, juga demi mencegah penyebaran Covid-19.

Supoyo berharap keputusan ini bisa diterima. “Penutupan Hari Raya Yadnya Kasada  ditutup seperti tahun 2020 kemarin. Selain umat Hindu saat menggelar ritual tidak terganggu dengan aktifitas pengunjung, juga agar Covid-19 tidak menyebar ke warga Tengger,” tegas Supoyo.

Menyusul kebijakan ini, langkah penyekatan super ketat akan dilakukan di semua titik di 4 wilayah. Masing-masing adalah Kabupaten Probolinggo, Malang, Pasuruan dan Kabupaten Lumajang. (rul/iwy)


Bagikan Artikel