Sosbudpar

Jelang Yadnya Kasada, Bakal Kukuhkan 4 Dukun Baru


SUKAPURA – Perayaan yadnya kasada tahun ini rencananya ada 4 dukun pandhita baru. Ketiganya direncanakan diangkat melalui ritual Mulunen dalam rangkaian perayaan Yadnya Kasada, Jumat  (25/6) dini hari mendatang.

Keempatnya merupakan warga Kabupaten Pasuruan. Sementara, untuk kabupaten Probolinggo, tidak ada pengangkatan dukun baru. “Jadi desa yang masih ada dukunnya ya tidak mengajukan, tapi kalau desa yang tidak ada dukunnya atau dianggap perlu menambah dukun karena umat yang dilayani di desa itu banyak, maka boleh mengajukan,” kata Ketua PHDI Kabupaten Probolinggo Bambang Suprapto pada Koran Pantura kemarin.

Bambang mengatakan, empat calon dukun itu rencananya akan diangkat setelah melewati ujian selama kurang lebih 2 bulan. Mereka diuji langsung oleh Ketua Paruman Dukun Tengger. Sebelum dinyatakan sah sebagai dukun pandhita, mereka terlebih dahulu mengikuti Mulunen.

Ritual ini merupakan wisuda samkara atau upacara ujian sekaligus pengukuhan dukun baru. Calon dukun setidaknya harus hafal 50 persen mantra yang umum dipakai. Selebihnya bisa dihafalkan pasca ujian kelulusan.

“Kasada kali ini, akan ada empat dukun pandhita baru. Diangkat dalam Mulunen pada puncak Kasada nanti,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaan ini, tidak ada resepsi di balai Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, semuanya langsung ke lokasi Pura Luhur Poten di kawasan laut pasir Gunung Bromo. Mulai pembacaan mantra, pengukuhan dukun baru hingga lurung saji dilaksanakan di kawasan pura luhur poten hingga berakhir di kawasan kawah Gunung Bromo.

“Jadi langsung ke pura semua, tidak ada kegiatan di pendopo agung ngadisari, karena untuk mencegah penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Bambang berharap, semua pihak tetap mematuhi anjuran pemerintah, mulai menggunakan masker hingga protokol kesehatan lainnya. “Kami pun meminta maaf kepada masyarakat yang kali ini memang hanya untuk suku tengger, sementara untuk umum tahun ini dilarang dengan berbagai pertmbangan,” tandasnya. (rul/awi)


Bagikan Artikel