Sosbudpar

APTI Probolinggo: Segera Tanam Tembakau


PROBOLINGGO – Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Probolinggo mengimbau para petani tembakau setempat untuk segera bersiap melakukan penanaman. Bahkan para petani sudah diminta untuk melakukan penanaman sejak akhir Mei ini.

Ketua APTI Kabupaten Probolinggo Mudzakkir mengatakan, saat ini musim hujan sudah berakhir dan berganti ke musim kemarau, sehingga cocok untuk dimulai penanaman tembakau. Namun, jika petani tidak segera melakukan penanaman tembakau, ia mengkhawatirkan nantinya pada saat masa panen, cuaca sudah berganti lagi ke musim hujan.

“Dari kami, sangat merekomendasikan petani untuk segera melakukan penanaman, setidaknya sampai akhir bulan enam (Juni, red). Lebih dari itu, kami tidak merekomendasikan lagi untuk melakukan penanaman,” kata Mudzakir kepada Koran Pantura, Selasa (18/5).

Ia menyebutkan, rekomendasi APTI itu didasarkan beberapa kajian. Selain untuk menghindari masa panen yang bertepatan pada musim hujan, rekomendasi tersebut juga bertujuan mengantisipasi jadwal tutupnya pengambilan tembakau oleh gudang-gudang tembakau yang ada.

“Khawatir saat jemur nanti sudah masuk musim hujan. Yang kedua, kami ini belum mendapatkan informasi kapan gudang buka dan kapan gudang tutup. Jadi kalau memang mau tanam, jangan terlalu terlambat, cukup sampai bulan Juni,” terangnya.

Sementara itu, pihaknya belum mendapatkan kabar akan adanya rapat koordinasi dari dinas terkait terkait persiapan penanaman tembakau kali ini. Sehingga, pihaknya juga masih belum bisa memperkirakan kapan musim hujan akan turun dan gudang akan tutup. “Kami belum mendapatkan informasi. Cuma kami asumsikan sama dengan tahun kemarin, Oktober sudah musim hujan lagi,” terangnya.

Sementara itu, Kabid Perkebunan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten probolinggo Nurul Komari mengatakan, saat ini pihaknya juga sudah sangat merekomendasikan petni untuk segera melakukan tanam tembakau. Meski sudah memasuki musim kemarau, namun kemarau tahun ini sama dengan kemarau tahun lalu, yakni kemarau basah.

“Dengan kemarau basah, tentunya ini menguntungkan bagi petani, karena kebutuhan air mereka sedikit lebih mudah dari kemarau biasanya,” paparnya. (ay/iwy)


Bagikan Artikel