Sosbudpar

Ada Terapi Ikan Gratis di Sumber Sentong Kota Probolinggo


PROBOLINGGO – Wisata Sumber Mata Air Sentong di Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Kedopok Kota Probolinggo tidak hanya menyediakan spot untuk memancing, atau keindahan panorama alam. Di obyek wisata yang baru dikembangkan ini juga menawarkan wisata kesehatan, yakni terapi ikan.

Empat hari pasca lebaran, destinasi wisata Sumber Mata Air Sentong di Kota Probolinggo tidak begitu ramai. Ada belasan pemancing dan sejumlah anak bermain sepeda air berbentuk kapal boat mini. Ada pula pengunjung yang duduk di atas bambu, yang ujung kakinya dicelupkan ke dalam air. Gunanya, melakukan terapi ikan.

Aneh, ikan nila merah dan jenis lain yang ada di petak kolam tersebut tidak berhamburan.  Justru ikan yang usianya lebih dari 1,5 bulan tersebut mendekati ujung kaki pengunjung. Ikan-ikan tersebut membentur-benturkan mulutnya, bahkan ada yang menggigit kulit kaki pengunjung. Mendapat perlakuan seperti itu, si pemilik kaki tertawa cekikikan karena merasakan geli.

Ketua Paguyuban Massen (Mancing Sumber Sentong) Edi Sunarko Ronggodigdo menuturkan, apa yang dilakukan pengunjung itu merupakan wujud terapi ikan. Fungsinya untuk kesehatan. Menurutnya, ikan yang membentur dan menggigit kulit kaki pengunjung itu mampu melancarkan peredaran darah.

 “Informasinya seperti itu. Terapi ikan membuat badan sehat. Gigitan ikan memperlancar peredaran darah. Pusat syaraf kan ada di telapak kaki,” katanya, Senin (17/5).

 Disebutkan, tidak sedikit pengunjung yang mencoba terapi yang belum ada duanya di Kota Probolinggo tersebut. Terapi yang memanfaatkan gigitan ikan tersebut tidak dipungut biaya. Pengunjung hanya cukup membayar parkir kendaraan. “Masuk ke sini tidak bayar. Pengunjung hanya dikenai biaya parkir Rp 2 ribu,” katanya.

Menurutnya, wisata terapi ikan sebagai pelengkap dari beberapa hiburan yang dikelolanya, seperti mancing dan hiburan naik perahu engkol khusus untuk anak-anak. Wisata terapi ikan, lanjutnya, sebagai upaya memanfaatkan ikan yang dipelihara atau dibudidayakan. “Hiburan yang sekaligus menyehatkan,” imbuhnya.

Edi menuturkan, Sumber Mata Air Sentong dikelola bersama antara Paguyuban Messen dengan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Kelurahan Jrebeng Wetan. Wisata alam tersebut akan terus dikembangkan menjadi wisata kuliner. Pihaknya sedikit demi sedikit akan memperluas area wisata sumber ini hingga ke arah selatan.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak kelurahan, lembaga dan tokoh masyarakat dan pemuda  Jrebeng Kidul. Sebab, hampir setengah area Sumber Sentong berada di wilayah Kelurahan Jrebeng Kidul. “Kami akan membersihkan eceng gondok hingga ke selatan,” tambahnya.

Edi yang juga berprofesi sebagai jurnalis ini akan menambah jumlah gazebo di atas air. Gazebo terbuat dari bambu itu nantinya sebagi warung dan tempat bersantai bagi pengunjung untuk menikmati kuliner ikan bakar segar. “Masyarakat sini kami libatkan. Menjual kuliner khas sini. Misalnya ketan kratok atau yang lain,” sambungnya.

Kendati wisata Sumber Sentong belum dimaksimalkan, namun sudah dikunjungi warga India yang tinggal sementara di Jalan Anggrek, Kota Probolinggo. Pria asal India ini berkunjung ke Sentong dan bertemu dengan Edi, bahkan menawarkan investasi kerjasama. “Katanya mau naruh saham di sini. Model kerjasamanya belum dijelaskan. Mereka datang bulan lalu. Tapi belum ke sini lagi,” tuturnya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel