Sosbudpar

Tingkatkan Ekonomi Keumatan, MUI Jatim Gandeng GTDC Maroko


PAJARAKAN – Untuk meningkatkan ketahanan ekonomi keumatan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menggandeng dan melakukan Memorandum of Understanding (MoU) Group of Development Technologies and Construction Companies (GDTC) Maroko, Minggu (9/5), di Aula Pesantren Zainul Hasan Genggong, Pajarakan, Kabupaten Probolinggo.

Nota kesepahaman itu ditandatangani oleh Ketua MUI Jatim KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah bersama Chairman GDTC Maroko HEH Sharif Moulay Sidi Al Sultan Ahmad Bin Zahir Bin Muhammad Bin Jaber Al Natour.

Usai tanda tangan, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah menyampaikan, dalam MoU itu ada nota kesepahaman yang salah satunya ditandangani dua belah pihak terkait pengembangan ekonomi keumatan di Jawa Timur.

Adanya kerjasama ini, katanya, sangat penting untuk kemaslahatan umat. Serta agenda ini selaras dengan program prioritas MUI Jatim pada masa periode kepemimpinannya saat ini.

“Kami tidak ingin keimanan dan ketakwaan umat islam di Jatim rapuh, karena perekonomian mereka yang juga rapuh. Sehingga perlu didorong dengan program ini untuk meningkatkan perekonomian keumatan,” ungkap Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong itu.

Dalam kerjasama itu, lanjutnya, banyak aspek yang akan menjadi sasarannya ke depan. Namun, mayoritas bidikan kerjasama itu pada aspek ekonomi produktif dan ekonomi syariah. Karena mayoritas sistem dunia industri saat ini menggunakan sistem syariah. “Baik menggunakan lembaga keuangan syariah maupun bisnis syariah,” ungkap mantan Ketua PWNU Jatim itu.

Kiai Mutawakkil tak menampik bila nanti program tersebut akan menyasar berbagai pesantren di Jawa Timur. Sehingga bisa bermanfaat pada pesantren, khususnya pesantren yang mendukung program MUI Jatim.

“Kami berupaya juga untuk mengarah ke situ. Kita berdoa semoga bisa berjalan dan membuahkan manfaat pada pesantren-pesantren ke depan,” tuturnya. (yek/awi)


Bagikan Artikel