Sosbudpar

Jembatan Kedungasem Dibangun, Jalan KH Hasan Genggong Ditutup


PROBOLINGGO – Ruas Jalan KH Hasan Genggong di Kota Probolinggo ditutup mulai Senin (29/3). Penutupan ini dilakukan terkait pembangunan jembatan Kedungasem. Namun, penutupan ini belum bersifat total, karena jembatan kedungasem belum dibongkar.

Jadi, meski ditutup, kendaraan roda dua dan pejalan kaki masih bisa melewati jalan penghubung Probolinggo-Lumajang itu. Jika nanti jembatan Kedungasem dibongkar, penutupan jalan bersifat total. Seluruh kendaraan tidak bisa melintas.

Hal tersebut diungkap Agus Heri Istanto selaku General Superintenden PT Fefa Indonesia, kontraktor yang akan mengerjakan proyek pembangunan jembatan Kedungasem, Senin (29/3) siang.

“Sebelum jembatan dibongkar, kami beri kesempatan roda dua pejalan kaki melintas. Kesempatan ini kami manfaatkan juga untuk uji coba pengalihan arus. Mudah-mudahan lancar tidak ada kendala,” harap Agus.

Uji coba pengalihan arus dilakukan tiga hari, yakni kemarin hingga Rabu (31/3). Sedangkan Kamis, jalan akan ditutup total bersamaan dengan pembongkaran jembatan. Menurutnya, jalan tertutup bagi seluruh jenis kendaraan, bahkan untuk pejalan kaki. “Kamis akan dimulai pekerjaaannya,” ujarnya.

Hal senada diungkap Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota AKP Roni Faslah. Pihaknya sudah memasang banner pemberitahuan penutupan Jalan KH Hasan Genggong. Diinformasikan pula jalur alternatifnya di beberapa titik. Meliputi pertigaan Jorongan, Ketapang, perempatan Pilang dan pertigaan Wiroborang, serta di dekat jembatan Kedungasem.

Pihaknya juga memasang rambu atau tanda penunjuk arah jalur alternatif, berikut gambarnya. Truk dan bus atau kendaraan besar lain dari arah timur (Situbondo-Banyuwangi) atau dari Jalan Panglima Sudirman, belok kanan di pertigaan Wiroborang. Kendaraan-kendaraan itu diarahkan menuju Jalan Raden Wijaya, Jalan Anggrek (Jalur Lingkar Utara) lalu lewat di Jalan Soekarno Hatta.

Sedangkan kendaraan dari arah barat (Malang-Surabaya) yang hendak ke Lumajang atau Jember, bisa belok kanan di pertigaan Ketapang lewat  Jalan Raya Bromo, Jl Prof. Hamka, Jalan Ir. Sutami, simpang tiga Jorongan – Jalan Raya Leces. Jika hendak ke Situbondo atau Banyuwangi, di pertigaan Ketapang terus ke timur lewat Jalan Soekarno-Hatta.

“Sampai di pertigaan Pilang belok kiri lewat Jalan Anggrek atau JLU, Jalan Raden Wijaya dan belok kiri lewat di Jalan Panglima Sudirman,” jelas AKP Roni.

Untuk mobil pribadi, mobil penumpang umum (MPU) dan sepeda motor dari arah timur (Situbondo-Banyuwangi) bisa lewat jalan kota atau kabupaten. Meliputi Jalan Panglima Sudirman – Jalan KH Hasan Genggong – Jalan Sunan Ampel – Bundaran Gladak Serang – Jalan Mastrip – Simpang 4 Wonoasih – Jalan Ir. Sutami.

Untuk kendaraan yang dari arah timur (Banyuwangi-Situbondo) juga bisa lewat jalaur kabupaten. Dari jalan raya Dringu, di pertigaan Sinto belok kanan atau ke selatan menuju Simpang 3 Embong Miring, lalu belok kanan ke barat lewat  Jalan Raya Leces. “Jalur alternatif in berlaku mulai hari ini hingga tujuh bulan ke depan,” jelas AKP Roni.

Sementara, Kepala Dishub Agus Effendi akan berkoordnasi dengan Satlantas terkait kendaraan yang lewat di jalan yang bukan jalur alternatif. Misalnya  kendaraan besar yang lewat pertigaan Pasar Kronong ke selatan, Jalan Ahmad Yani dan Jalan Basuki Rahmat.

“Kami akan berkoordinasi dengan Satlantas. Kalau lewat jalur kota kan melanggar. Biar Satlantas yang menindak,” katanya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel