Sosbudpar

Kakang Hasbi dan Ayu Nabiela Terpilih sebagai Duta Wisata 2021


GADING – Gelaran Duta Wisata Kakang Ayu Kabupaten Probolinggo tahun 2021 resmi berakhir. Setelah melalui proses penilaian, M. Hasbi Alaikallah dan Nabiela Kamalia dari Kecamatan Kraksaan dinobatkan sebagai Kakang dan Ayu penyandang gelar Duta Wisata Kabupaten Probolinggo 2021.

Kakang Hasbi dan Ayu Nabiela ditetapkan sebagai sebagai pemenang dalam acara grand final di Kampung Kita Hotel and Resto di Desa Condong, Kecamatan Gading, Jum’at (19/3) malam. Selain itu, ada juga penetapan Wakil I yang diraih Kakang Reyhan Ahnaf dari Kecamatan Leces dan Sania Lukitasari dari Kecamatan Dringu. Selanjutnya Wakil II yang diraih Kakang Rendy Riskia dari Kecamatan Gading dan Ayu Yuni Nurhamida dari Kecamatan Wonomerto.

Ada juga Juara Favorit yang diraih oleh Kakang Fariez dari Kecamatan Gending dan Ayu Shabrina dari Kecamatan Kraksaan. Penentuan juara favorit ini berdasarkan hasil akumulasi poling like dan komen pada akun Instagram @kakangayukabprobolinggo yang dibuka dua hari sebelum malam grand final.

Kegiatan yang digelar oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo ini secara resmi dibuka oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE secara virtual. Hadir pula Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto dan Ketua Paguyuban Raka Raki Provinsi Jawa Timur Helmi Kahap.

Dalam sambutannya, Bupati Tantri mengapresiasi seluruh finalis yang telah mampu melalui seluruh proses seleksi yang ketat dari para dewan juri. Ia berharap para Duta Wisata dapat berperan aktif dalam mempromosikan berbagai daya tarik wisata yang ada di Kabupaten Probolinggo.

“Kakang Ayu bukan hanya sebagai Duta Wisata, akan tetapi juga sebagai agent of change yang mampu memberikan semangat positif, mampu membentengi diri dari pengaruh negatif dan menjadi pelopor untuk mencintai kebudayaan daerah,” kata Bupati Tantri.

Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto menyampaikan, kemenangan yang diraih oleh para finalis ini adalah momentum mereka untuk berkarir selanjutnya. Ke depan, mereka harus bisa menorehkan prestasi dalam banyak hal. Terutama ketika mewakili Kabupaten Probolinggo untuk di kancah regional, nasional atau bahkan internasional.

“Menjadi Duta Wisata di tengah pandemi Covid-19 memiliki tantangan tersendiri ke depannya. Yakni bagaimana mereka mampu menjadi ujung tombak dalam pengembangan wisata di tengah pandemi,” tegasnya.

Sugeng menerangkan, kegiatan Duta Wisata menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Kegiatan ini hanya dihadiri oleh undangan yang sangat terbatas. “Seluruh rangkaian kegiatan malam grand final tersebut ditayangkan secara virtual guna menghindari adanya kerumunan yang dapat memicu penyebaran Covid-19,” ungkapnya. (tm/adv)


Bagikan Artikel