Sosbudpar

7,7 Hektare Lahan Pertanian di Dringu Rusak Akibat Banjir


DRINGU – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo mencatat dampak banjir yang menerjang 4 desa di Kecamatan Dringu. Disebutkan ada lahan pertanian seluas 7,7 hektare yang rusak dan mengalami gagal panen. Kerugiannya ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko menyampaikan bahwa terdapat sejumlah hektare lahan pertanian yang turut terdampak banjir di Desa Tegalrejo, Kalirejo, Kedungdalem dan Dringu. Menurutnya, lahan pertanian yang rusak tersebut mayoritas ditanami bawang merah dan padi. Ada juga tanaman jagung yang rusak akibat terendam banjir yang berulang kali menerjang.

“Tanaman pertanian yang rusak itu selain terendam banjir juga akibat terendam lumpur. Sehingga pertumbuhannya menjadi terganggu dan ada pula bibit bawang merah yang baru ditanam mengambang dan terbawa arus banjir,” katanya, Kamis (18/3).

Disebutkan pula bahwa berdasar hasil assesment yang dilakukan, tercatat lahan seluas 7,7 hektare milik warga yang terdampak banjir. Oleh karena itu, pihaknya kini tengah mengupayakan agar para petani yang terdampak itu nantinya bisa mendapatkan bantuan. “Kami upayakan untuk itu,” katanya.

Sementara, Witno, salah seorang pekerja yang menggarap lahan pertanian bawang di Dusun Ngemplak, Desa Dringu. Ia menyatakan, lahan yang digarapnya itu bisa dikatakan gagal panen lantaran bibit bawang berusia 14 hari setelah tanam (HST)  sudah rusak atau busuk terendam banjir. “Rusak mas. Tidak bisa diteruskan. Rugi bibit, rugi garap lahan dan rugi sewa lahan serta jaring,” katanya kemarin.

Lebih lanjut, Witno menyebutkan kalau saat ini dirinya tengah kebingungan lantaran tanamannya gagal panen. Saat ditanya apakah dirinya mengikuti asuransi tani, disebutnya bahwa dirinya tidak ikut asuransi tersebut. “Tidak mengira kalau sampai terdampak banjir mas. Makanya saya tidak ikut begituan itu,” sebutnya.

Dia berharap agar ada bantuan, baik bibit ataupun pupuk dari pihak Pemkab Probolinggo, sehingga lahan pertaniannya bisa digarap kembali. “Harapannya, ada bantuan dari pemerintah. Tapi sebenarnya tidak terlalu berharap, karena memang tidak pernah dapat,” ujarnya.  (tm/iwy)


Bagikan Artikel