Sosbudpar

Posko Bantuan Banjir Dringu Ditutup Akhir Pekan


DRINGU – Status darurat bencana di Kabupaten Probolinggo diperpanjang oleh Bupati Hj P. Tantriana Sari hingga 21 Maret mendatang. Sejalan dengan itu, posko penanggulangan bencana  di Kecamatan Dringu memutuskan untuk menutup kran penerimaan bantuan pada akhir pekan ini.

Plt Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo mengungkapkan, penutupan penerimaan bantuan tersebut sudah selaras dengan status darurat bencana yang telah ditetapkan oleh Bupati Tantri. Nantinya, masyarakat yang hendak menyumbang bisa langsung diarahkan kepada para korban banjir.

“Sesuai status darurat bencana, maka diputuskan untuk penerimaan bantuan akan diakhiri Minggu akhir pekan ini. Nantinya para donatur bisa langsung menyerahkan bantuan langsung kepada para korban banjir,” kata Tutug, Selasa (16/3).

Dijelaskan bahwa posko penanggulangan bencana yang ada saat ini di Kecamatan Dringu masih membuka layanan untuk menghimpun bantuan dari masyarakat dan para donatur. Seperti biasanya, bantuan yang diterima akan dilangsung didata dan diinventarisir sebagai stok bantuan yang akan didistribusikan kepada para korban banjir.

“Bantuan yang masuk akan langsung didata dan nantinya akan dipilih dan dipilah sesuai dengan kebutuhan korban banjir yang diajukan oleh pihak pemerintah desa,” jelas Tutug. 

Posko penanggulangan bencana akan terus memaksimalkan sisa waktu yang ada untuk melakukan proses pendistribusian terhadap sebanyak 1.955 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 5.823 jiwa di 4 desa terdampak di kecamatan Dringu. “Kami upayakan untuk pendistribusian bantuan yang tersisa di posko akan disalurkan seluruhnya dalam minggu ini juga,” katanya.

Namun diakui, kendala utama dalam proses pendistribusian bantuan yang cukup memakan waktu yakni pada proses pemilihan dan pemilihan pakaian layak pakai yang disumbang oleh para donatur.

“Pakaian layak pakai itu tidak bisa kami salurkan secara langsung, karena harus dipilih dan dipilah dulu. Namun memang di lapangan masih banyak korban banjir yang menolak bantuan itu. Tapi akan tetap kami upayakan agar bantuan itu tetap tersalurkan secara tepat sasaran,” ujar Tutug. (tm/iwy)


Bagikan Artikel