Sosbudpar

Terlilit Problem Ekonomi, Ratusan Orang Bercerai


KRAKSAAN – Dampak pandemi Covid-19 terhadap sektor perekonomian masih jelas terasa hingga saat ini. Bahkan problem ekonomi di masa pandemi ini berkontribusi menjadi faktor penyebab perceraian. Dalam sebulan terakhir angka perceraian di Pengadilan Agama (PA) Kraksaan lebih didominasi oleh faktor ekonomi.

 Panitera Muda (Panmud) Hukum pada PA setempat Syafiudin mengatakan, sejak 2021 penyebab perceraian yang dilatarbelakangi oleh faktor ekonomu memang mulai mendominasi. Bahkan, total perceraian yang diputus oleh PA pada Februari yang disebabkan oleh faktor ekonomi, naik 20 persen dari bulan sebelumnya.

 “Sebelum-sebelumnya yang mendominasi itu faktor pertengkaran yang kerap terjadi. Tapi sejak 2021, sudah berganti ke ekonomi. Januari masih 60 persen, tapi Februari naik jadi 80 persen,” katanya, Rabu (3/3).

 Ia menjelaskan, total perceraian pada PA setempat pada Februari lalu mencapai 197 perkara. Dan 158 di antaranya dilatar-belakangi faktor ekonomi. Sedangkan faktor pertengakaran yang biasanya mendominasi, angkanya hanya mencapai 31 perkara.

 “Tentunya kami tetap berusaha melakukan mediasi sebelum melakukan putusan. Karena permasalahan ekonomi ini pastinya lumrah terjadi di tengah pandemi Covid-19. Makanya kami imbau untuk bersabar, jangan keburu untuk memproses perceraian,” terangnya.

 Meski begitu, ada yang disyukuri dengan jumlah perceraian selama Februari ini. Pasalnya, perceraian yang terjadi selama Februari jumlahnya turun cukup signifikan dibandingkan Januari. Syafiudin pun berharap, penurunan jumlah perceraian ini akan terus terjadi ke depannya.

 “Selama 2 bulan terakhir ini terus mengalami penurunan. Desember ada 221 perkara, Januari 214 perkara, dan terakhir 197 perkara. Semoga tren ini bisa terus berlanjut ke bulan-bulan selanjutnya,” ujar pria yang karib disapa Udin itu. (ay/iwy)


Bagikan Artikel