Sosbudpar

Panji NU Dikirab Estafet dari Gending, Tiris, sampai Kraksaan


KRAKSAAN – PCNU Kota Kraksaan menyambut Harlah NU ke-98 (berdasar kalender Hijriyah) yang jatuh pada Sabtu (17/2) petang 16 Rajab 1442 H. Menyambut momen istimewa tersebut, PCNU Kraksaan pada Kamis  (25/2) menggelar kirab.

Berdasar kalender masehi, Harlah NU tahun ini adalah yang ke-95 karena didirikan pada 31 Januari 1926. Tetapi bila didasarkan kalender Hijriyah, Harlah NU di tahun 1442 Hijriyah ini adalah yang ke-98 karena didirikannya pada 16 Rajab 1344 H.

 Nah, menyambut Harlah NU ke-98 yang jatuh pada 27 Februati 2021, PCNU Kota Kraksaan kemarin menggelar kegiatan apik. Mereka menggelar kirab panji NU secara estafet di 14 Majelis Wakil Cabang (MWC) NU yang berada dibawah naungannya. 

Berdasarkan pantauan Koran Pantura di kantor MWCNU Gending, selain membawa Panji NU, terdapat 8 panji lainnya dari Banom NU yang turut dibawa oleh sebanyak 25 pasukan pataka dari PCNU Kota Kraksaan. Yakni panji Muslimat, Fatayat, GP Ansor, IPNU, IPPNU, PMII, Pagar Nusa, dan bendera kebangsaan Republik Indonesia.

Tampak rombongan pasukan pataka pembawa panji tersebut berbaris lurus dan berjalan rapi sambil membawa panji NU dijarak sekitar 200 meter dari kantor MWCNU Gending. Setibanya di kantor MWCNU Gending, mereka langsung disambut upacara dan prosesi penyerahan Panji NU dari ketua rombongan kepada Rais MWCNU yang disaksikan pengurus MWCNU/Banom, 9 Kader PKP NU, perwakilan ranting dan Muspika kecamatan Gending.

“Kegiatan kirab panji ini, merupakan cara PCNU Kota Kraksaan untuk merayakan dan menyemarakkan hari jadi Nahdlatul Ulama yang ke-98,” ungkap Ketua MWCNU Kecamatan Gending Ustadz Misnaji, Kamis (24/2).

Disebutkan bahwa dengan mengangkat tema Khidmah NU: Menyebarkan Aswaja dan Meneguhkan Komitmen Kebangsaan”, diharapkan warga Nahdliyin mampu menjaga konsistensi NU dalam berkhidmah dalam menyebarkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan meneguhkan komitmen kebangsaan.

“Serta konsistensi dalam membawa Islam yang damai, Islam yang rahmatan lil alamin. Artinya, NU beradaptasi dengan perkembangan zaman sesuai dengan prinsipnya al-muhafadzhatu ala qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah (memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik.red),” terangnya.

Ustadz Misnaji menyebutkan, setelah panji NU dikirab di kantor MWC NU Gending, selanjutnya kirab panji di kantor MWC NU kecamatan Banyuanyar dan selanjutnya ke MWC NU Tiris barat dan MWC NU Kecamatan Maron. “Besok masih akan ada kegiatan kirab lanjutan hingga puncaknya kegiatan kirab menuju kantor PCNU Kota Kraksaan pada Sabtu 27 Februari,” sebutnya. (tm/iwy) 


Bagikan Artikel