Sosbudpar

Penemuan Situs di Kebun Strawberry, Diyakini Peninggalan Zaman Majapahit


SUKAPURA – Wisata strawberry milik Pemerintah Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo kini menyita perhatian. Di area kebun strawberry itu ditemukan situs berupa sebuah sisa bangunan yang diduga peninggalan zaman Kerajaan Majapahit. Dan jauh sebelumnya, di lokasi tidak terlalu jauh, pernah ada yang menemukan koin kuno dan arca.

Tempat penemuan prasasti berupa tatanan batu kuno ini berada di lahan wisata petik strawberry di Desa Sapikerep, Sukapura. Diketahui, setahun lalu, tanah kas desa itu dimanfaatkan pemerintah desa untuk destinasi baru, yakni wisata petik strawberry.

Tempatnya tak jauh dari Balai Desa Sapikerep. Pengunjung tinggal mengikuti jalan desa ke arah barat, tepat dari balai desa. Tak kurang dari lima menit perjalanan, pengunjung bakal sampai di lokasi wisata petik strawberry.

Ada lebih dari 20 ribu pohon yang dikembangkan pihak desa di kebun tersebut. Hanya saja memang tempat ini belum seramai destinasi lain. Salah satu alasanya karena tempat ini belum booming.

Targetnya, tahun ini tempat tersebut menjadi alternatif penunjang wisata Gunung Bromo. Karena itu pula akhirnya Pemdes Sapikerep terus melakukan pembangunan berbagai fasilitas. Saat ini di lokasi sudah ada bangunan untuk tempat duduk, hingga tempat parkir tamu.

Sejumlah fasilitas lain itu juga dilakukan pebangunan. Nah, di tengah pembangunan  sejumlah fasilitas itulah ditemukan situs semacam tatanan batu yang tersusun rapi. “Karena curiga, akhirnya warga terus membersihkan kawasan itu dari tanah yang menutup batu,” kata Gatot, salah satu perangkat desa.  

Pria berkacamata ini bercerita situs tatanan batu kuno itu pertama kali diketahui warga yang sedang bekerja di kawasan wisata petik strawberry Sapikerep. “Karena ada laporan, terus ditindaklanjuti. Ternyata benar, ada sebuah prasasti (situs, red),” ujarnya.

Situs yang dimaksud berupa tatanan batu yang membentuk persegi. “Kemungkinan itu berasal dari Kerajaan Majapahit,” kata Gatot.

Penemuan itu sampai saat ini masih dipertahankan. “Warga tidak mengubah bentuk dan lainnya, hanya membersihkan,” tambah Gatot. 

Terkait laporan kepada balai pelestarian cagar budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto, pihaknya akan berkoordinasi lebih dulu dengan kades setempat. “Nanti akan kami koordinasikan kembali dengan  Pak Kades, ujar pria berkacamata ini.

Menurutnya, penemuan barang kuno seperti ini tidak sekali ini terjadi. Masih di tempat yang sama, beberapa waktu lalu, warga setempat juga menemukan koin kuno dan arca. “Mungkin di kawasan itu masih banyak peninggalan barang kuno. Tetapi kami menunggu pihak  terkait dengan permasalahan seperti ini,” kata Gatot. (rul/iwy)


Bagikan Artikel