Sosbudpar

Delapan Kecamatan di Probolinggo Rawan Longsor


PROBOLINGGO – Kabupaten Probolinggo memiliki sejumlah daerah yang rawan bencana alam di musim hujan. Selain rawan banjir, ada sejumlah daerah di Kabupaten Probolinggo yang dipetakan memiliki kerawanan mengalami bencana tanah longsor.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mencatat delapan kecamatan rawan longsor. Karena hal itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada apalagi seperti musim hujan saat ini.

Berdasarkan pemetaan BPBD Kabupaten Probolinggo ada sekitar 70 desa di delapan kecamatan yang masuk peta rawan bencana longsor. Delapan kecamatan itu adalah Kecamatan Krucil, Tiris, Pakuniran, Gading, Kuripan, Sumber, Sukapura dan Lumbang.

“Oleh karena itu, kami meminta masyarakat di daerah tersebut agar meningkatkan kewaspadaan. Terutama pada saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi, Minggu (24/1).

1

Anggit menjelaskam bahwa desa dan kecamatan yang rawan longsor berada di sisi selatan Kabupaten Probolinggo. Kondisi geografisnya berupa daerah pegunungan.

“Seluruhnya adalah kecamatan yang berada di daerah lereng dan kaki Gunung Argopuro dan Gunung Bromo. Jadi, wajib terus kita pantau setiap perkembangannya melalui tim relawan kami di sana,” jelasnya.

Tak hanya itu, berdasar peta rawan bencana terbaru, sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo juga rawan bencana lainnya. Seperti bencana letusan gunung api, banjir dan abrasi. Tercatat ada 4 titik daerah rawan letusan gunung api, yakni di kecamatan Tiris, Sumber, Sukapura dan Lumbang.

Bencana banjir berpotensi terjadi di empat kecamatan, yakni Dringu, Sumberasih, Tongas, dan Pakuniran. Sedangkan kerawanan bencana abrasi ada di 5 kecamatan, yaitu Kraksaan, Paiton, Pajarakan, Sumberasih, dan Tongas.

“Ancaman bencana di wilayah Kabupaten Probolinggo ini dapat terjadi sewaktu-waktu. Oleh karena itu, kami selalu menyiagakan personel Tagana selama 24 jam. Itu agar bencana yang terjadi dapat cepat direspon dan ditangani,” papar mantan Kepala Bappeda ini. (rul/iwy)


Bagikan Artikel