Sosbudpar

Ada Kabar Virus Ganas, Warga Khawatir


KRAKSAAN – Pandemi Covid-19 tidak juga berakhir, namun sudah ada kabar mengerikan kembali. Adanya mutasi virus yang lebih cepat menular telah membuat beberapa warga Kota Kraksaan resah. Namun ternyata bukan akibat virusnya, melainkan dampak ekonominya.

Seperti disampaikan Prasetya salah satu warga Kota Kraksaan. Dia mendapatkan kabar di sosial media bahwa di Eropa ada mutasi virus Corona yang lebih cepat menyebar. “Saya awalnya mengira itu hoaks, karena diberitakan oleh media yang sukanya membuat propaganda. Tapi ternyata, beberepa negara mengantisipasi, berarti bukan hoaks dong,” katanya.

Pras melihat, Arab Saudi merespon dengan menutup penerbangan Internasional. Hal itu dilakukan untuk melindungi warganya. “Kasihan jamaah umrah kalau begini. Mungkin yang sudah mendaftar, urung berangkat lagi karena bandara ditutup,” paparnya.

Ia mengaku antara percaya dan tidak percaya adanya virus corona. Yang dia khawatirkan dampak ekonomi, karena mempengaruhi perdagangan Internasional. “Kasihan lho. Misalnya petani bawang dan pembudidaya udang di Probolinggo. Itu kan komoditas ekspor, nanti bisa anjlok harganya,” ungkapnya.

Terpisah, Firman yang juga warga Kraksaan juga mengaku telah mendengar kabar itu. Namun ia hanya mengaku khawatir terjadi lockdown kembali di kota-kota besar. Pasalnya, sebagai pedagang komoditas pertanian, Firman mengandalkan penghasilan harian atau mingguan. Yakni dengan mengirim hasil bumi ke pasar induk di kota besar.

Jika sampai terjadi lockdown, ia tidak tahu bagaimana solusinya. Namun dia berharap pemerintah mengantisipasi dengan memperhatikan ekonomi masyarakat. “Gak enak kalau ada lockdown atau istilahnya PSBB itu. Segala macam dagangan dan usaha yang penghasilan harian jadi kesusahan,” ujar Firman. (ra/eem)


Bagikan Artikel