Sosbudpar

Persikabpro Kembali ke Liga 3


BESUK – Setelah sempat vakum lantaran terkena sanksi administrasi oleh Komdis Asprov Jawa Timur, Askab PSSI Kabupaten Probolinggo berani memastikan bahwa Persikabpro akan kembali tampil di ajang Liga 3 tahun depan.

Ketua Askab PSSI Kabupaten Probolinggo Didik Mistadi mengungkapkan, pasca dicabutnya sanksi oleh Komdis Asprov PSSI Jawa Timur, maka keanggotaan Askab PSSI Kabupaten Probolinggo kembali diakui oleh Asprov PSSI Jawa Timur.

Dengan demikian, Persikabpro sebagai klub binaan langsung dari Askab PSSI Kabupaten Probolinggo berhak dan berkewajiban untuk mengikuti kompetisi kompetitif yang diakui dan digelar oleh Asprov PSSI Jawa Timur.

“Tahun depan Persikabpro akan kembali tampil di kompetisi Liga 3,” ungkapnya ditemui seusai gelaran kongres tahunan Askab PSSI Kabupaten Probolinggo yang digelar di kecamatan Besuk, Rabu (16/12).

Dijelaskannya untuk menyambut keikutsertaan Persikabpro di ajang Liga 3, sejumlah persiapan sudah disiapkannya sejak jauh hari. Terutama komposisi pemain dan manajemen tim yang hingga saat ini masih terus dicari formula patennya.

Bahkan diakuinya tidak menutup kemungkinan akan adanya rekrutan pemain lokal baru, seiring masa persiapan jelang digulirkannya Liga 3 pada pertengahan tahun 2021 mendatang.

“Para pemain yang kami rekrut adalah para pemain asli putra daerah. Karena hal ini sudah menjadi pesan dari dewan pembina Askab PSSI Kabupaten Probolinggo bapak H Hasan Aminuddin yang mengingatkan agar memaksimalkan potensi pemain lokal. alasannya karena yang dipakai adalah uang APBD kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Lebih lanjut disebutkannya agar Persikabpro dapat mengikuti kompetisi secara penuh dan tak mengulangi kesalahan yang sama pada dua tahun yang lalu. Yakni mereka kehabisan anggaran dan terpaksa tak tampil untuk bertanding sesuai jadwal, maka kata Didik, pihaknya akan mengupayakan untuk mendapatkan sokongan dari pihak sponsor selain mengandalkan dana internal.

“Pengalaman pahit itu menjadi pelajaran berharga buat kami, sehingga dengan kepengurusan Askab PSSI Kabupaten Probolinggo yang baru ini. Kami berharap agar alur pembinaan pesepak bola sejak usia dini tidak sampai putus di tengah jalan,” sebutnya.

Hal itu pun dibuktikannya dengan rencana gelaran kompetisi internal Askab PSSI Kabupaten Probolinggo di tahun 2021 yang akan menggelar kompetisi dari berbagai kelompok umur (KU) mulai KU-10,KU-12,KU-15, dan U-17.

“Dengan bergulirnya kompetisi di tiap jenjang usia itu, kita akan mendapatkan stok bibit pemain berbakat yang nantinya akan direkrut oleh Persikabpro. Dengan demikian kita tidak akan kekurangan pemain berbakat dan tak harus merekrut pemain dari luar daerah,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu Exco Asprov PSSI Jawa Timur bidang pembinaan usia dini Muhammad Farid mengatakan, bahwa sudah seharusnya Persikabpro kembali ke liga 3 tahun depan.

Hal itu lantaran jalannya pembinaan pesepakbola di kategori usia dini di kabupaten Probolinggo berjalan cukup baik. Sehingga sangat disayangkan apabila muara dari para pesepak bola belia itu sampai tak ikut berkompetisi di ajang yang kompetitif.

“Dengan SDM yang luar biasa mulai dari jajaran pengurus, pelatih, dan pemain belia yang dimiliki. Seharusnya dalam beberapa tahun ke depan Persikabpro dapat tampil di kasta liga yang lebih tinggi. Syaratnya yakni konsisten dan jajaran pengurusnya kompak terlebih dahulu,” pungkas pria asal Pamekasan itu. (tm/awi)


Bagikan Artikel