Sosbudpar

Warga Takut tentang Vaksin Covid-19


KRAKSAAN – Pemerintah Indonesia telah mendatangkan 1,2 juta dosis vaksin Covid-19. Rencananya, vaksinasi Covid-19 akan dilakukan Januari tahun depan. Namun, di akar rumput, rupanya masih ada warga yang justru takut dengan rencana vaksinasi tersebut.

Kabar telah datangnya vaksin Covid-19 di Indonesia ternyata mulai membuat resah sebagian warga. Pasalnya, dalam pemberitaan ada saling lempar beberapa pihak, terkait siapa yang akan divaksin pertama kali. Beberapa warga berharap pemerintah tidak memaksakan vaksin bagi warga yang memang menolak.

Seperti yang dinyatakan Siti (65), seorang warga Kota Kraksaan. Pada masa Orde Baru ada program imunisasi anak, dan dia menolak. Dan ternyata anak-anaknya sehat sampai saat ini. “Saya nggak tega waktu itu. Anak lagi lucu-lucunya, disuntik, lalu menjadi demam badannya. Begitu yang saya lihat pada anak tetangga,” katanya.

Kini di penghujung 2020 kekhawatiran serupa kembali muncul. Pasalnya, akan ada program vaksin Covid-19 besar-besaran. Sementara, kabar yang berkembang tidak ada yang mau menjadi orang pertama yang disuntik vaksin tersebut. “Saya jadi takut diburu-buru lagi oleh pamong desa saat zaman Pak Harto. Saat itu saya tetap menolak. Sekarang juga saya akan menolak,” kata Siti.

Sementara itu, Ahmad yang juga warga Kota Kraksaan menyaksikan berita di internet juga menyatakan khawatir. Pasalnya, relawan yang mencoba vaksi di Brazil dikabarkan meninggal dunia. Sementara relawan Amerika Serikat yang disuntik vaksin mengalami bell’s palsy atau lumpuh pada wajah.

“Jelas takut setelah tahu informasi dari berita. Jangan sampai rakyat ini dibuat percobaan, harus dicobakan ke binatang dulu mungkin,” ujar Ahmad. Menurutnya, pemerintah daerah juga harus proaktif, jika dinilai rawan hendaknya mengajukan keberatan kepada pemerintah pusat.

Vaksin virus corona buatan perusahaan farmasi asal China Sinovac telah tiba di Indonesia pada Minggu (6/12) sekitar pukul 21.30 WIB. Dalam gelombang pertama tersebut, dilaporkan ada 1,2 juta dosis yang telah masuk ke Indonesia. (ra/iwy)


Bagikan Artikel