Sosbudpar

Tanpa Didampingi Keluarga, Sarjana UPM Ini Diwisuda Pakai Vespa Tank


PROBOLINGGO – Universitas Panca Marga (UPM) Probolinggo kemarin melakukan wisuda sarjana ke-29. Namun karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, wisuda dilakukan secara drive thru. Nah, ada sosok Adi Setyawan, salah satu wisudawan, yang kemarin sengaja naik vespa tank saat diwisuda secara drive thru.

Tahun ini segala sesuatu jadi berbeda lantaran pandemi Covid-19. Di dunia pendidikan tinggi, wisuda sarjana juga harus mengikuti kondisi yang sedang terjadi. Terutama menghindari terjadinya kerumunan.

            Kondisi ini pun dipahami kampus Universitas Panca Marga (UPM) Probolinggo. Kampus yang terletak di Desa Pabean, Dringu Kabupaten Probolinggo itu kemarin menggelar wisuda ke-29. Prosesi wisuda berbeda dibanding situasi tidak pandemi. Kemarin, acara diawali dengan seremoni dengan sejumlah orang saja. Setelah itu, prosesi wisuda dilakukan secara drive thru. 

Bertempat di halaman kampus UPM, masih ada terop yang disediakan panitia untuk prosesi wisuda. Namun, karena menggunakan sistem drive thru, maka wisudawan bergantian menuju podium dengan menggunakan aneka kendaraan.

Teknisnya, wisudawan yang menggunakan sepeda motor, panitia hanya memperbolehkan satu orang untuk menuju podium rektorat. Sedangkan bagi yang menggunakan mobil, panitia hanya membatasi dua hingga tiga orang bersama sopir.

Ketika mereka sudah berada di podium, wisudawan langsung menuju rektorat untuk menjalani prosesi. Begitu juga wisudawan yang menggunakan sepeda motor, tetap melakukan hal yang sama. Wisuda secara drive thru ini dilaksanakan selama tiga hari sejak Selasa (15/12).

Nah, salah satu dari ratusan wisudawan UPM kemarin ada satu yang sengaa menggunakan kendaraan vespa tank. Dia bernama Adi Setiawan asal Fisipol jurusan Administrasi Publik. Ia membuat jajaran rektorat dan peserta lain tidak bisa menahan tawa.

Adi mengaku ingin mencairkan suasana dengan naik vespa tank. “Karena dalam masa-masa seperti ini cenderung tegang ketika ada acara yang mengumpulkan massa,” kata Adi.

Pemuda asal Dusun Krajan RT 12 – RW 04 Desa Banyuanyar Lor Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo ini merasa berhasil membuat suasana jadi tidak tegang. “Saya termotivasi untuk mencairkan suasana dalam wisuda yang berlangsung di UPM. Dengan adanya vespa tank sebagai alat transportasi wisuda, semua pihak rektorat dan dekanat tersenyum ria,” katanya.

Adi sendiri mengaku bangga, meskipun dalam kendaraannya itu tidak ada orang tua maupun keluarga yang mendampingi. “Tidak masalah, karena memang masih pandemi,” katanya.

Sementara itu, salah satu panitia wisuda, Tamam, mengatakan memang bahwa pelaksanaan wisuda dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan. “Temasuk kami menyediakan link selama prosesi berlangsung, karena saat ini memang sudah masanya menggunakan virtual, ” tuturnya. (rul/iwy)


Bagikan Artikel