Sosbudpar

Curhat Warga Mayangan soal Genangan, Hujan Satu Jam Saja, Air Masuk Rumah


PROBOLINGGO – Kota Probolinggo rawan terjadi genangan, bahkan banjir, saban terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Terlebih bila hujan turun bersamaan dengan air laut pasang. Kawasan Mayangan termasuk yang kerap terjadi genangan pada saat terjadi hujan.     

Kawasan rawan genangan dan banjir di Kelurahan Mayangan Kota Probolinggo tidak hanya ada di Kampung Dok. Perkampungan di Jalan Ikan Paus, juga di Kelurahan Mayangan, nasibnya tidak jauh beda.

Setiap kali hujan deras, di lingkungan RT 6 RW 2 tersebut, jalan atau gang tergenang. Bahkan genangan air sampai masuk rumah. Ini terjadi pada saat hujan turun pada Minggu (13/12) sore. Air hujan sampai masuk ke rumah-rumah warga.

Ikhwan, seorang warga setempat, mengeluhkan kondisi ini, Senin (14/12) siang. Dia mengatakan, banjir dan genangan di wilayahnya terjadi setiap turun hujan deras. Dan ini terjadi setiap tahunan.

Kata Ikhwan, tidak butuh waktu lama terjadi genangan. Hujan tidak sampai satu jam saja gang di depan rumahnya sudah pasti dipenuhi air. Maka bila turun hujan deras lebih dari satu jam, air akan masuk ke rumah warga.

Penyebabnya, lanjut Ikhwan, selokan atau aliran pembuangan terlalu sempit hingga tak menampung air. Ia berharap ada perhatian dari pemkot. Sebab kalau dibiarkan terus, sudah pasti mengganggu aktivitas warga. Selain itu, juga bisa menjadi sarang nyamuk jika air tidak mengalir. “Dari sisi kesehatan kan tidak baik. Kampung kami rawan demam berdarah,” ujarnya.

Elok Hanifah, istri Ikhwan, menambahkan bahwa sudah lama selokan dibiarkan sempit seperti itu. Sekitar 10 tahunan tidak ada perbaikan. Alhasil, selokan banyak yang rusak dan buntu.

Elok berharap ada sentuhan dari pemkot, yakni selokan diperlebar dan diperbaiki. “Sekitar 10 tahunan enggak ada perbaikan. Ya kami minta diperbaiki. Jangan dibiarkan menjadi sarang penyakit,” pintanya.

Camat Mayangan Muhammad Abbas membenarkan kalau kampung di depan kantornya itu setiap hujan deras digenangi air. Bahkan sampai masuk ke rumah warga. Hanya saja, ia tidak bisa berbuat banyak, karena lahan yang ditempati warga masih milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).         

“Kan lahan yang di selatan Jalan Ikan Paus itu milik PT KAI. Jadi tidak bisa dibangun oleh pemkot. Kalau soal apakah pernah diusulkan, sampeyan tanya ke lurah atau ketua LPM-nya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Mayangan Joffrie Probo Wicaksono mengaku sudah mengukur selokan yang ada di kampung tersebut. Rencananya, tahun depan akan diajukan melalui Dana Kelurahan (Dakel). “Mudah-mudahan bisa didanai oleh Dakel. Soalnya, aturan yang baru saya belum tahu,” tuturnya.

Sebelumnya, pihaknya sudah mengajukan perbaikan saluran, termasuk paving. Namun, pengajuan warga tidak pernah direalisasikan hingga paving dan selokan rusak. Ia juga berharap, saluran air yang ada di jalan Iakan Paus dibenahi. Sebab jika tidak ikut dibenahi, air jalannya tidak lancar.

“Kalau saluran atau gorong-gorong di Jalan Ikan Paus tidak bisa didanai dengan Dana Kelurahan. Kalau tidak diperbaiki, percuma, air tetap tidak jalan. Seperti di rumah saya. Air tetep balik, karena saluran pembuangan di Jalan Ikan Tongkol sempit,” ujarnya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel