Sosbudpar

Bromo Terapkan Prokes Ketat


SUKAPURA Wisata Gunung Bromo di Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura terus meningkatkan penerapan protokol kesehatan (prokes). Itu demi menghindari penyebaran Covid- 19 di kawasan wisata tersebut.

Di kawasan wisata Gunung Bromo sudah ada standar operasional prosedur (SOP) untuk wisatawan dan jasa wisata. Bahkan jeep yang mengangkut wisatawan masih diberlakukan separo kapasitas.

Tidak hanya itu, wisatawan harus membawa surat keterangan sehat dari dokter. “Ya protokol kesehatan tetap kami terapkan sampai saat ini. Tidak ada perubahan. Wajib bermasker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” kata Kasubbag Data, Evaluasi, Pelaporan, dan Kehumasan Balai Besar TNBTS Syarif Hidayat, Minggu (29/11).

Yang penting dari penerapan ini semua ialah untuk menghindari penyebaran Covid-19. Terutama untuk mencegah munculnya klaster wisatawan. “Ya harus dan wajib dipatuhi,” katanya. 

Sementara itu, Koordinalator Penegakan Hukum Satgas Covid 19 Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto menyatakan, masyarakat maupun wisatawan Bromo  selama ini selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan. 

“Wisata Gunung Bromo itu alam bebas dan luas. Dan sampai saat ini belum ada warga Bromo yang positif korona. Dan Bromo selalu zona hijau, artinya masyarakat di wisata Bromo dan pengelola wisatanya disiplin protokol kesehatan (prokes),” ujar Ugas.

Terkait ramainya perbincangan di dunia maya soal keluarga Bupati Brebes yang terkonfirmasi Covid-19, Ugas mengatakan bahwa perjalanan dari Brebes ke Bromo adalah perjalanan jarak jauh. Sehingga dapat dipastikan belasan ASN itu sempat berhenti di Rest Area minimal istirahat. Ada saja kemungkinan di sanalah saat makan atau istirahat banyak kemungkinan tertular virus korona.

“Atau bisa saja sebelum berangkat, salah seorang ASN sudah positif dan dalam perjalanan menularkan ke rombongan. Dugaan dan kemungkinan bisa saja terjadi, bisa saat perjalanan atau pasca dari Bromo ada kegiatan lain,” kata Ugas. (rul/iwy)


Bagikan Artikel