Sosbudpar

Hasan Aminuddin: RMI Harus Bangun Soliditas Pesantren


KREJENGAN – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hasan Aminuddin menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad Saw dan Ta’aruf Pengurus Cabang (PC) Rabithah Maa’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama (NU) Kota Kraksaan di Pondok Pesantren Miftahul Ulum di Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan, Minggu (15/11). Dalam acara tersebut, Hasan mengajak RMI untuk membangun soliditas yang tinggi.

Hasan yang juga merupakan Mutasyar NU Kota Kraksaan tersebut mengatakan, untuk membangun soliditas tersebut perlu adanya program yang mengutamakan kebangkitan ekonomi pesantren.

Acara itu kemarin dihadiri oleh Ketua PC RMI NU Periode 2015-2020 KH. M Harsoyo Mukhtar, Ketua PC RMI NU Periode 2020-2025, K. Habiburrahman, Ro’is PCNU Kota Kraksaan, KH. Abd Wasik Hannan, dan Ketua PCNU Kota Kraksaan, KH. Sihabuddin Sholeh.

Hasan dalam sambutannya menyatakan, pada kepengurusan kali ini, PCNU Kota Kraksaan telah memberi kesempatan kaum pemuda untuk berkhidmat kepada NU sebagai pengurus RMI. Menurutnya, proses regenerasi ini sangatlah penting, dengan tujuan pemuda NU tidak berkhidmat pada Organisasi Masyarakat (Ormas) lain.

“Menjadi bagian dari pekerjaan yang sangat berat untuk RMI NU Kota Kraksaan ini, karena harus memagari bagaimana pondok pesantren itu tetap proses belajar mengajarnya dan kurikulumnya tidak berubah dari warisan pendiri NU,” katanya.

Ia melanjutkan, adanya pembentengan ajaran ini sangatlah penting, sebab ajaran-ajaran Ahlussunah Wal Jama’ah An Nahdliyyah sangat jauh berbeda dengan Ahlussunah Wal Jama’ah persepsi yang bukan keilmuan dari ajaran-ajaran NU sendiri.

“Kemudian, para pengurus RMI NU Kota Kraksaan harus bisa menggerakkan pesantren dengan adanya pelatihan enterpreneur yang dilakukan oleh pondok pesantren, karena para alumni dituntut untuk membangun ekonomi Islam di tengah-tengah masyarakat,” paparnya.

Dengan begitu, ia berharap kepada seluruh pengurus RMI NU Kota Kraksaan untuk membangun soliditas, saling bahu-membahu menuju kerja nyata mulai dari tingkat RMI paling atas hingga ke ranting untuk mengembalikan misi NU yang hilang. “Terlebih, mayoritas warga fakir miskin itu dari warga NU sendiri. Makanya RMI ini hasus membangun soliditas yang tinggi untuk kerja nyata,” paparnya. (ay/iwy)


Bagikan Artikel