Sosbudpar

Soal Aliran Sesat di Probolinggo, MUI Langsung Bergerak


KRAKSAAN – Pernyataan KH. Moh. Hasan Mutawakkil Allah pada saat pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama’ (PCNU) Kota Kraksaan pada Minggu (8/11) lalu bahwa ada  aliran sesat di Kecamatan Leces dan Tiris, ditanggapi serius Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo. Penanganan aliran sesat tersebut pun kini diutamakan.

Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo Yasin mengatakan, statemen Kiai Mutawakkil selaku Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim tersebut patut ditindaklanjuti, agar umat tidak terjerumus terhadap jalan yang salah. Dan tentu, pihaknya akan melakukan kerja sama dengan beberapa ormas Islam untuk menangkal adanya aliran tersebut.

“Amanat dari PWNU ini sangat penting untuk dijadikan pedoman. Dengan adanya aliran sesat ini tentu menjadi tugas utama MUI maupun ormas Islam lainnya untuk membentengi umat dari pengaruh modernisasi yang negatif. Termasuk aliran-aliran yang menyimpang,” kata Yasin, Senin (9/11).

Ia juga mengamini bahwa saat ini masih banyak masyarakat yang awam terhadap pengetahuan agama. Sehingga masih bisa dijumpai warga yang belum bisa membedakan mana aliran yang benar dan aliran yang sesat.

“Umat yang di bawah ini masih ada yang belum mampu membedakan mana karomah dan mana istidraj, mana kiai, dan mana dukun. Makanya MUI akan bekerja keras untuk membentengi umat agar tidak terpengaruh terhadap paham aliran sesat, termasuk yang di Leces dan Tiris ini,” jelasnya.

 Dengan adanya struktural MUI di tingkat kecamatan, kini MUI setempat fokus untuk melakukan pendataan terhadap aliran tersebut. Pendataan yang dimaksud terkait aliran tersebut asalnya dari mana, dan siapa saja orang-orang pengikutnya.

“Tentu MUI tidak bisa berjalan sendiri. Kami akan terus bekerja sama dengan beberapa ormas. Namun, saat ini kami melalui MUI kecamatan sudah bergerak untuk mengumpulkan data maupun informasi terkait aliran itu,” paparnya.

Tak hanya itu, Yasin juga akan melakukan koordinasi dengan pihak Badan Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan (Bakor Pakem) sebagai upaya tindak lanjut menghentikan aktivitas aliran sesat tersebut.

 “Penanganan aliran sesat ini memang sudah bagian dari kami dalam mengamalkan amar ma’ruf nahi mungkar. Dan untuk sementara ini belum perlu membentuk tim khusus, namun jika dipandang perlu, pasti kami akan bentuk tim khusus untuk menangani aliran ini,” paparnya. (ay/iwy)


Bagikan Artikel