Sosbudpar

Rekam 7 Kali Gempa Vulkanik

SUKAPURA – Gunung Bromo saat ini berstatus Waspada. Kendati begitu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pantau Gunung Bromo mencatat telah terjadi 7 kali gempa vulkanik. Tepatnya sejak 1 Januari lalu. Padahal, di bulan-bulan sebelumnya gempa vulkanik rata-rata hanya terjadi sekali dalam sebulan.

Kepala Pos Pantau Gunung Bromo Ahmad Subhan mengatakan, meski terjadi 7 kali gempa vulkanik, kondisi Gunung Bromo masih dikatakan aman. “Kami analisis itu masih aman. Jadi, belum ada sesuatu yang signifikan,” ujarnya, kemarin (8/1).

Ia mengakui jika gempa vulkanik yang terjadi sebanyak 7 kali bukan peristiwa biasa. Oleh karena itu, Subhan meminta masyarakat sekitar dan wisatawan untuk tetap waspada. Mereka juga diminta untuk tidak mendekati kawah dalam radius 1 kilometer.

“Sebelum-sebelumnya setiap bulan hanya 1 kali vulkanik. Kami harap masyarakat dan wisatawan mengikuti petunjuk dari PVMBG,” ungkapnya.

Di sisi lain, terjadinya 7 kali gempa vulkanik tidak memengaruhi kunjungan wisatawan ke Gunung Bromo. Meski masa libur tahun baru sudah lewat, namun wisatawan yang datang jumlahnya tidak sedikit. Bahkan ada yang tidak mengindahkan imbauan PVMBG untuk tidak mendekati kawah dalam radius 1 kilometer.

Mereka beralasan ingin tahun Gunung Bromo lebih dekat. Khususnya bagian kawah. “Eman datang jauh-jauh dari Jakarta, tapi gak tau kawah bromo, Mas,” kata Prita, wisatawan asal Jakarta saat ditemui Koran Pantura di lokasi parkir jeep Bromo. (rul/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan