Sosbudpar

Gegara Pandemi, Perkara Cerai Turun


KRAKSAAN – Ada wajah lain dari balik pandemi Covid-19 yang masih berlangsung sampai saat ini. Di Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Probolinggo, angka perceraian terdata mengalami penurunan.

Kasus perceraian di Kabupaten Probolinggo mengalami penurunan dalam sebulan ini. Tak hanya untuk kasus Cerai Talak (CT), kasus Cerai Gugat (CG) juga mengalami penurunan. Tercatat, dalam sebulan terakhir, perkara cerai yang diputus oleh Pengadilan Agama (PA) Kraksaan tidak lagi sampai 200 perkara.

Panitera Muda Hukum pada PA setempat Safiudin mengatakan, pada Semtember lalu, perkara CG yang diputus mencapai 140. Tetapi sepanjang Oktober, perkara CG turun menjadi 132 perkara.

“Dibanding September, pada Oktober kasus perceraian mengalami penurunan. Bahkan yang CT ini turunnya sampai 26 perkara. Dari 89 perkara di bulan September menjadi 63 perkara di Oktobernya,” kata Safiudin kepada Koran Pantura, Kamis (5/11).

Ia menjelaskan, penyebab maraknya perceraian itu tetap didominasi oleh faktor pertengkaran yang sering terjadi dalam kehidupan rumah tangga. Namun, selain itu ada pula faktor ekonomi yang menjadi pemicunya. Bahkan kasus cerai yang dilatari faktor ekonomi mengalami lonjakan cukup nampak.

“Sekitar 60 persen dari perceraian itu karana faktor pertengkaran pada bulan lalu. Namun saat ini berkurang menjadi 50 persen. Faktor ekonomi mengalami peningkatan di angka 40 persen. Biasanya kan hanya 30 persen. Mungkin karena pandemi yang berkepanjangan ini,” jelasnya.

Ia pun bersyukur dengan adanya penurunan angka perceraian tersebut. Selain itu,  ia berharap hal tersebut dapat terus terjadi saban bulannya. “Terlebih sekarang masuk pada bulan kelahiran Nabi, mari perbanyak ibadah. Termasuk menjaga keharmonisan rumah tangga, karena yang sunnah itu adalah menikah, bukan cerainya,” harapnya.

Pria yang akrab disapa Udin itu juga berharap agar pasangan-suami istri bisa lebih saling mengerti satu sama lain. Sebab, pandemi Covid-19 ini memang sangat berdampak terhadap segala sektor kehidupan masyarakat, khususnya pada sektor ekonomi.

“Saya harap bisa meningkatkan kesadaran masing-masing, jangan sampai karena keadaan ekonomi malah sering bertengkar. Sekarang ini masih pandemi,” imbuhnya. (ay/iwy)


Bagikan Artikel