Sosbudpar

Mangkrak, Kompleks Eks PTKL Jadi Tempat Memadu Kasih


LECES – Komplek gedung eks PT Kertas Leces (PTKL) di Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo kini mangkrak. Tidak hanya gedung-gedung produksi yang setiap harinya tanpa aktivitas, tetapi juga perumahan berada di sisi utara pabrik tersebut. Nah yang jadi perhatian masyarakat, komplek eks PTKL itu kini kerap jadi tempat muda mudi memadu kasih.

Pabrik Kertas Leces kini tinggal bangunannya yang tersisa. BUMN tua produsen kertas itu menyisakan bangunan yang masih berdiri tegak, tetapi di dalamnya sudah tidak ada aktivitas apapun.

Para pengendara di jalur Probolinggo – Lumajang yang melintasi PT Kertas Leces kini hanya bisa melihat cerobong asap yang tak lagi berasap. Pintu gerbang yang berada di sisi timur jalan ini pun tertutup rapat. Praktis hanya masjid PTKL di sisi utara yang masih dimakmurkan.

Nah, di sisi timur masjid ini ada komplek rumah pegawai PTKL. Beberapa fasilitas olahraga masih ada. Mulai dari lapangan tenis hingga lapangan bola voli.

Gedung klinik kesehatan yang berada di tengah tengah rumah pegawai PTKL ini juga nasibnya hampir sama dengan perumahan lain. Hanya tertutup seng. Di siang hari, pemandangannya rada berbeda. Di tempat ini pula kerapkali disalahgunakan oleh muda mudi untuk memadu kasih. Tidak hanya siang hari, kadang pula malam hari.

Warga sekitar pun ikut resah dengan praktik berbau mesum ini. “Kalau warga sudah sering memergoki. Cuma ya… tetap saja ada seperti itu,” kata Riyan, salah seorang warga yang tinggal di sekitar PTKL.

Riyan mengaku sudah kehabisan cara untuk mencegah perbuatan mesum ini. “Ya begitu, tak lama kemudian ada orang lain lagi. Sampai bosan. Gak tahu cara apa lagi agar nggak terulang seperti ini,” katanya.

Tentu, Riyan mengakui bahwa oknum yang tak bertanggung jawab itu bukanlah orang   sekitar, melainkan orang jauh. “Kadang juga risih melihat beginian,” katanya.

Riyan berharap, tempat ini bisa kembali dijaga oleh petugas yang berwenang. “Ya paling tidak, ada yang ditakuti lah. Gak los seperti sekarang ini,” ujarnya.

Sementara, Priyanto, warga lainnya, menyatakan bahwa sejatinya untuk perumahan itu memang nggak digunakan kembali oleh PTKL. Namun, jika ada yang mau sewa, pihak PTKL mempersilahkan. “Sudah ada satu orang yang sewa, cuma harus pasang listrik sendiri, sama air,” katanya.

Dengan begitu, harapanya tempat itu kembali ramai dan tidak digunakan untuk berbuat mesum. “Kadang malam juga ada,” tuturnya. (rul/iwy)


Bagikan Artikel