Sosbudpar

Basmalah Boikot Produk Prancis


KRAKSAAN – Aksi boikot produk Prancis terus menyebar di kalangan umat Muslim. Di Probolinggo, seluruh toko Basmalah memboikot semua produk dari negara peraih piala dunia sepakbola 2018 tersebut.

Munculnya aksi pemboikotan produk prancis tersebut tidak terlepas dengan pernyataan presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyatakan tidak akan menarik karikatur Nabi Muhammad Saw.

Dari pantauan Koran Pantura di lapangan, tidak semua toko Basmalah mencantumkan tulisan boikot produk Prancis. Dari 4 toko Basmalah yang ada di Kota Kraksaan, hanya 1 yang mencantumkan pemboikotan produk Prancis, yakni Basmalah di Kelurahan Semampir. Tepatnya di sebelah barat Pasar Semampir.

Namun, hal itu bukan berarti pihak Basmalah tidak melakukan boikot terhadap produk Prancis. “Insha Allah dari 29 toko Basmalah yang ada di Probolinggo semuanya sudah memboikot, meski ada yang tidak mencantumkan tulisan boikot. Tetapi barang yang produk Prancis sudah ditarik semua ke gudang,” kata salah seorang kasir basmalah yang enggan disebutkan namanya, Senin (2/11).

Pemboikotan yang dilakukan Basmalah sendiri tidak terlepas dari instruksi boikot yang ditandatangani oleh Direktur Marketing PT Sidogiri Mitra Utama Muhammad Rifan. Di mana dalam surat tersebut tertulis untuk mengeluarkan semua produk prancis. Termasuk juga untuk memindahkan produk prancis dari rak display ke gudang.

“Demikian surat instruksi ini kami buat. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih,” bunyi surat tersebut.

Adanya aksi pemboikotan tersebut menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Seperti Agung, warga Kelurahan Semampir itu mengaku kecewa karena saat ini Basmalah sudah tidak lagi menjual susu SGM. Sebab, selama ini anaknya rutin mengonsumsi jenis susu tersebut. “Kalau tidak jual SGM lagi, terus anak saya mau dikasih susu apa?  Lha wong dari kecil sudah minum susu itu,” katanya.

Berbeda dengan Agung, Salim mengaku mendukung adanya boikot produk Prancis tersebut. Menurutnya, saat ini umat Islam sedang diuji pengorbanannya dalam membela agama. Ia meyakini bahwasanya umat Islam yang mempunyai iman kuat pasti akan mendukung aksi pemboiotan produk prancis tersebut.

“Sangat tidak pantas dan juga tidak boleh. Bebas berkreasi itu ada batasnya. Dan berkreasi dengan membuat karikatur nabi itu sama halnya melecehkan nabi, melecehkan umat islam. Makanya bagi yang imannya kuat pasti mendukung boikot ini,” paparnya.

Diketahui, beberapa produk prancis yang telah diboikot oleh toko Basmalah di antaranya Danone, SGM, Evian, Garnier, L’Oreal, Mizone, dan Aqua. Sementara untuk minuman Yakult masih tetap dijual karena produk tersebut berasal dari japan meski sahamnya sebagian dimiliki Prancis. (ay/iwy)


Bagikan Artikel