Sosbudpar

Ada Bilik Rindu di Ponpes Nurul Jadid


PAITON – Upaya beradaptasi dengan kabiasaan baru di masa pandemi Covid-19, terus dilakukan oleh pondok pesantren (Ponpes) di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya di Ponpes Nurul Jadi, Paiton. Untuk menyiasati pertemuan santri dan wali santri, ponpes menyediakan bilik rindu.

“Tujuannya untuk mencegah penularan Covid 19 di lingkungan pesantren,” kata Sekretaris Pesantren Nurul Jadid Faizin Syamwiel, Senin (26/10).

Menurutnya, santri dan wali santri sebelumnya dilarang bertemu selama pandemi. Namun, keputusan itu dirasa berat bagi orang tua dan santri. Sehingga, mulai 21 Oktober lalu, kunjungan sudah bisa dilakukan. Wali santri sudah dibolehkan bertemu putra-putrinya. Tapi dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Faizin mengatakan kebijakan membolehkan kunjungan itu diambil atas masukan dan permintaan wali santri. Terutama wali dari santri baru. “Kami ambil jalan tengah. Tapi dengan protokol Covid-19. Kami koordinasikan dengan tim gugus tugas pesantren,” jelasnya.

Pengurus pesantren membangun 30 bilik pertemuan yang disebut bilik Pelepas rindu. Sebanyak 11 bilik disiapkan untuk santri putra. Lokasinya di balai pertemuan. Sisanya, 19 bilik disiapkan untuk santri putri ditempatkan di lapangan parkir.

Bilik ini terbuat dari tabir plastik transparan. Antara santri dan walinya dibatasi oleh dua meja atau 1,5 meter. “Sehingga santri tak bisa bersentuhan fisik dengan walinya. Seperti berjabat tangan atau berpelukan sebagai obat rindu, meski ada tangis kerinduan di antara mereka,” sebut Faizin.

Lalu, santri maupun walinya diwajibkan bermasker. Keduanya juga harus mencuci tangan pakai sabun dan menjalani pengukuran suhu tubuh sebelum masuk bilik. “Barang dari wali santri tak bisa diberikan langsung, tetapi lewat loket khusus yang telah disiapkan,” terangnya.

Dalam sehari, layanan berkunjung ini dibatasi maksimal 400 saja. Dibagi dalam dua shift, pagi dan siang. Durasi pertemuan juga dibatasi, maksimal 2 jam. Tak boleh makan di bilik pertemuan. Wali santri dapat berkunjung hari apa saja, kecuali Senin dan Jumat.

Sehari sebelum berkunjung, wali santri harus mendaftar melalui nomor kontak khusus yang disediakan. Saat mendaftar, wali santri mendapatkan kepastian jadwal bertemu putra-putrinya. Apakah pada shift pagi atau siang.

“Wali santri harus sehat. Tidak batuk, flu, demam atau sedang sakit lainnya. Wali santri yang berkunjung dibatasi 2 orang, boleh kedua orang tuanya atau wali yang terdaftar dalam buku mahram,” jelasnya. (yek/iwy)


Bagikan Artikel