Sosbudpar

Museum Probolinggo Diganti Museum Rasulullah


PROBOLINGGO – Kamis (22/10) sejak pagi hingga petang, Walikota Probolinggo Hadi Zainal Abidin supersibuk. Pukul 07.00 ia memimpin upacara bendera memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2020 di halaman kantor wali kota. Lalu sekitar pukul 15.00, Walikota melaunching museum artefak peninggalan Rasulullah SAW dan para sahabat di Jalan Suroyo.

            Launching museum itu digelar dengan menerapkan protokol kesehatan. Puluhan undangan duduk di kursi yang renggang atau berjarak. Sebelum masuk ke areal pembukaan, suluruh undangan diwajibkan mencuci tangan dengan hand sanitizer otomatis yang disediakan penyelenggara. Mereka juga diwajibkan memakai masker, termasuk pedagang atau penjual yang berjualan di areal museum.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Moh. Maskur mengatakan, bertepatan dengan Hari Santri Nasional (HSN), Walikota meresmikan Museum Probolinggo menjadi museum artefak barang-barang peninggalan Rasulullah dan para sahabat.

Museum ini menjadi tempat edukasi dan wisata reduksi dalam rangka meningkatkan minat kunjungan, baik wisatawan domestic maupun mancanegara. Dalam acara tersebut Walikota tidak hanya melaunching museum artefak, tetapi juga membagikan bantuan keuangan pemerintah khusunya honorarium kinerja kepala sekolah.

Bantuan yang akan disampaikan wali kota ini lanjut Maskur, untuk kepala sekolah, guru TK, SD dan SMP non-ASN. Diberikan pula bantuan keuangan khusus penyelenggaraan pendidikan madrasah diniyah dan guru swasta. “Pemberian beasiswa dari PT KTI ke siswa yang berprestasi. Penyerahan sertifikat dan penyerahan karya seni ke bapak walikota,” katanya.

Sementara itu, Walikota dalam sambutannya menegaskan, museum yang awalnya bernama Museum Probolinggo diganti Museum Rasulullah. Alasannya, karena barang yang dipajang di dalam museum, bukan sembarangan. Tetapi barang peninggalan Rasulullah dan sahabat. “Dengan alasan itu, museum ini kami namakan Museum Rasulullah SAW,” kata Walikota Hadi.

Meski berganti nama, namun pemkot tidak menghilangkan barang-barang bersejarah Kota Probolinggo. Barang-barang tersebut dipajang di etalase sisi selatan barang artefak Rasulullah.

Menurutnya, barang peninggalan sejarah Nabi Muhammad SAW bisa berada di Kota Probolinggo, merupakan keberkahan bagi masyarakat. “Museum ini bisa disejajarkan dengan museum yang ada di luar negeri. Karena isinya bukan barang peninggalan sejarah biasa,” tambahnya.

Walikota berharap, semua pihak menjaga barang peninggalan yang ada di museum. Misalnya, surban, rambut, darah bekam Rasulullah dan kiswah, batu sijjil, alas kaki, baju perang, pedang sayidina Khalid bin Walid serta barang bersejarah Islam lainnya. “Jaga nama baik kota.  Ayo menjadi warga yang ramah dan baik. Karena nantinya bannyak pengunjung yang akan ke museum,” lanjutnya.

Walikota Hadi berterus terang ingin artefak Rasulullah dan sahabat tetap berada di kotanya. Pihaknya akan membantu membangun museum kaliber atau bertaraf Internasional. “Saya menyampaikan rasa syukur alhamdulillah. Mudah-mudahan museum ini membuat kita selalu ingat dan bershalawat terhadap nabi untuk mendapat syafaat. Semoga membawa keberkahan bagi kita semua,” imbuhnya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel