Webinar KPCPEN #09

Kategori: Sosbudpar

Waduh, Ada Sampah Medis di Stadion Bayuangga

PROBOLINGGO – Warga di sekitar Stadion Bayuangga Kota Probolinggo mengeluhkan adanya tumpukan sampah yang berserakan di sisi utara stadion. Pasalnya, bau menyengat pun muncul dari tumpukan sampah tersebut. Bahkan di tumpukan sampah tersebut terdapat sampah limbah medis.

Sampah limbah medis berupa sisa kapas, perban, masker, bahkan alas bekas persalinan yang dibungkus plastik terlihat dibuang tepat di sisi utara Stadion Bayuangga. Letaknya persis berada di depan rumah milik mantan Walikota Probolinggo Koentjoro Soehadi yang masuk lingkungan RT 05 /  RW 06 Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan.

Alhasil bau busuk yang timbul dari tumpukan sampah tersebut membuat warga sekitar Stadion Bayuangga merasa terganggu. Bahkan para pemuda yang sering jogging di area tersebut selalu merasa tak nyaman akibat bau busuk yang tercium oleh mereka.

“Tiap kali melintas di sini, selalu tercium bau busuk yang menyengat. Asalnya ya dari tumpukan sampah itu. Masak iya, fasilitas umum seperti ini dibiarkan jadi tempat pembuangan sampah,” kata Eka Putra salah seorang pemuda asal Jl Cokroaminoto, Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo, Rabu (21/10).

Artikel Terkait

Bahkan ketua RT setempat Mugiyanto saat dikonfirmasi menyatakan memang ada orang tak dikenal yang kerap membuang sampah menggunakan plastik di sekitar stadion. Padahal di sekitar stadion tersebut sudah diberi banner berisi larangan untuk tidak membuang sampah sembarangan.

“Saya tidak tahu pasti orangnya, tapi memang bau busuk itu muncul dari tumpukan sampah itu. Kalau isinya itu sampah limbah medis, saya bahkan tidak tahu. Karena saya tidak pernah sampai ngecek isi plastik sampah itu,” terangnya.

Dia berharap agar permasalahan sampah ini segera mendapatkan perhatian dari dinas terkait. Sebab, bau busuk yang ditimbulkan sudah sangat mengganggu baik warga.  “Kalau dulu tidak ada sampah menumpuk di sekitar stadion, karena ada petugas yang mengangkutnya menggunakan gerobak. Tapi sekarang sudah tidak ada lagi. Kalau menduga sampah itu milik warga sekitar stadion, sepertinya bukan, karena di sini sudah langganan jasa angkut sampah,” ujarnya. (tm/iwy)

Artikel Terbaru

Ada “Tempe Santri” di Pondok HATI, Jadi Bekal Life Skill dan Sarana Dakwah Bisnis

KRAKSAAN - Dunia pesantren kini semakin modern. Para santri tidak hanya diajari pendidikan keagamaan dan…

2 Desember 2020

UMK Kota Probolinggo Naik Rp 31 Ribu

PROBOLINGGO – Upah Minimum Kota (UMK) tahun 2021 Probolinggo naik. Namun,  sepertinya kenaikan UMK ini…

2 Desember 2020

Dana TT 2021 Hanya Rp 10,5 M

PROBOLINGGO - Pemkab Probolinggo mengalokasikan dana tidak terduga (TT) senilai Rp 10,5 Miliar untuk tahun…

2 Desember 2020

Dispendik Kabupaten Probolinggo Maksimal Berinovasi Saat Pandemi

KRAKSAAN – Upaya Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo dalam menjamin pembelajaran siswa tetap berlangsung maksimal patut…

1 Desember 2020

Percepatan Swasembada Daging Indonesia, 1.000 Sapi Didrop ke Kecamatan Lumbang

LUMBANG – Program 1000 Desa Sapi yang digulirkan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia resmi dimulai…

1 Desember 2020

Operasi Yustisi, Ratusan Warga Terjaring

PROBOLINGGO – Operasi yustisi penegakan protokol kesehatan (prokes) secara serentak di 24 kecamatan digelar perdana…

1 Desember 2020